• News

  • Otomotif

Ini Strategi Utama Mitsubishi Motors di Tahun Fiskal 2017

CEO Mitsubsihi Motors Osamu Masuko (Istimewa)
CEO Mitsubsihi Motors Osamu Masuko (Istimewa)

JAKARTA,NETRALNEWS.COM - Mitsubishi Motors bakal fokus ke tiga strategi pada tahun fiskal 2017 ini. Salah satu strateginya menciptakan jejak manufaktur untuk meningkatkan jumlah produksi lokal.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) menjadi pabrik terbaru Mitsubishi di Indonesia. MMKI didirikan bersama oleh Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Mitsubishi Corporation, dan PT Krama Yudha sebagai mitra di Indonesia.‬

"Untuk bisa bersaing dari sisi biaya, produksi lokal adalah kuncinya. Kami akan melokalkan Pajero Sport dan produksi MPV baru di sini yang dari awal telah memiliki kandungan lokal sebesar 65 persen," ujar CEO Mitsubishi Motor Corporation, Osamu Masuko, di pembukaan pabrik MMKI, di Cikarang, Bekasi, Selasa (25/4/2017).

Pabrik MMKI ini juga akan menjadi lokal produksi terbesar kedua bagi kendaraan Mitsubishi Motors di wilayah ASEAN. Di tahun pertama ini, kapasitas produksi MMKI sebanyak 160.000 unit per tahun.

Strategi kedua adalah memperluas jenis produk. Karena untuk kendaraan penumpang, diakui Osamu saat ini jajaran produk yang dimiliki Mitsubishi hanya memungkinkan untuk berkompetisi di sebagian pasar saja.

"Dengan penambahan MPV baru yang rencananya akan mulai diproduksi pada September atau Oktober 2017, ini akan membuat kami lebih kompetitif," ujarnya.

Strategi ketiga yang juga tidak kalah penting adalah menciptakan jaringan penjualan yang berdedikasi untuk brand Mitsubishi Motors, terpisah dari Mitsubishi Fuso.

Dikatakan Osamu, hal ini akan membantu Mitsubishi untuk fokus pada konsumen retail dan peningkatan penjualan kendaraan penumpang.

"Kami akan memperluas jaringan penjualan dari 90 outlet yang ada saat ini menjadi lebih dari 140 outlet. Kami juga akan memperkuat layanan purna jual, menyediakan layanan pemeliharaan yang lebih baik, dan memasarkan lebih banyak suku cadang dan aksesori," tutur Osamu.

 

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin