• News

  • Pendidikan

Warga Temukan Situs Trik Peninggalan Kerajaan Majapahit

Penemuan Situs Alas Trik yang berasal dari zaman Kerajaan Majapahit di Sidoarjo.
YouTube
Penemuan Situs Alas Trik yang berasal dari zaman Kerajaan Majapahit di Sidoarjo.

SIDOARJO, NNC - Warga mulai berdatangan untuk melihat dari dekat lokasi penemuan susunan batu bata yang diduga sebagai Situs Trik di Desa Kedung Bocok, Sidoarjo, Jawa Timur.

Salah seorang warga Sidoarjo Alfian, Rabu (7/2/2018) mengatakan dirinya sengaja datang ke lokasi tersebut karena penasaran dengan informasi yang beredar di media sosial.

"Sejak ada di media sosial beberapa waktu lalu, saya bersama teman-rekan datang ke tempat ini untuk membuktikan apakah benar ada penemuan situs tersebut," katanya di Sidoarjo.

Ia mengatakan peninggalan zaman bersejarah khususnya pada saat Kerajaan Majapahit itu memang harus dijaga keberadaannya supaya tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Oleh karena itu, peran serta dari pemerintah daerah setempat harus dimaksimalkan, supaya keberadaan situs ini bisa dijaga dan dilestarikan," ucapnya.

Ia berharap, apa yang sudah ditemukan di wilayah ini, bisa dipergunakan sebagai tempat pendidikan bagi anak-anak yang ada di Kabupaten Sidoarjo dan juga dari wilayah yang lainnya.

"Dengan demikian, anak cucu nantinya bisa mengetahui tentang sejarah dan juga peninggalan dari masa kerajaan dahulu dalam hal ini adalah Kerajaan Majapahit," ujarnya.

Sebelumnya, warga Desa Kedung Bocok, Sidoarjo, Jawa Timur menemukan sebuah susunan batu bata yang diduga sebagai situs Trik peninggalan kerajaan Majapahit.

Kepala Desa Kedung Bocok, Mochamad Ali Ridho, mengatakan, penemuan situs tersebut sudah berlangsung sejak sepekan lalu saat ada warga yang akan menanam ketela.

"Saat itu, Paiman salah seorang warga kami akan menggali tanah yang akan digunakan untuk menanam ketela, namun saat menggali tanah tersebut tiba-tiba cangkulnya mengenai batu bata. Dan kemudian setelah digali, ternyata berupa batu bata yang tersusun rapi," ucapnya, dilansir Antara.

Editor : Lince Eppang