• News

  • Pendidikan

Ini Kendala Indonesia Belum Terapkan Pelajaran Coding

Indonesia belum terapkan pelajaran coding.
Maxmanroe
Indonesia belum terapkan pelajaran coding.

JAKARTA, NNC - Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan, Indonesia masih takut melangkah dalam terapkan pelajaran coding. Padahal coding kini sudah menjadi tren pendidikan di dunia internasional sebagai salah satu upaya tumbuhkan keterampilan abad 21 pada anak.

Kata Indra salah satu alasan Indonesia belum terapkan coding karena butuhkan anggaram yang besar. Selain itu, ada pula problema Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini guru yang dinilai belum siap karena problema cari guru produktif.

"Padahal kami siap, guru akan dilatih. Program sudah lenglap, pelatihan, sistemnya, tinggal jalan," kata Indra, saat diskusi kelompok terumpun dengan tema "Pembelajaran Coding dalam Menumbuhkan Kecakapan Abad 21 dan Computational Thinking" di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Rabu (28/3/2018).

Lebih lanjut Indra menilai bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk anggaran pendidikan tinggi, yakni Rp 400 Triliun. Bagi Indra, alangkah baiknya bila Kemendikbud gunakan anggaran untuk menerapkan pembelajaran coding di Indonesia sebagai salah satu upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai salah satu cita-cita Indonesia.

Terlebih telah ada dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pada beberapa kesempatan juga menyatakan bahwa coding penting.

"Asosiasi guru sendiri dukung program ini ada. Guru TIK justru ingin ini ada, mereka siap. Tinggal Kemendikbud mau tidak jalani?," tegas Indra.

Disarankan Indra, Kemendikbud perlu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan risiko positif dan negatif program. Pasalnya, bila negara lain telah terapkan coding, mengapa Indonesia tidak menerapkannya juga?.

"Bila akan menerapkan, Indonesia juga dapat memulainya dengan sistem piloting dibeberapa satuan pendidikan lalu lakukan perbandingan. Apa betul keterampilan untuk abad 21 muncul?. Kalau iya berarti coding dibutuhkan, kalau tidak, ya Indonesia harus cari cara yang baru (aktifkan kecakapan abad 21)," jelas Indra.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani