• News

  • Pendidikan

Program PAUD Binaan Pacific Place Diperluas ke Kepulaun Seribu

Acara pembekalan Guru PAUD di Pacific Place Jakarta
Istimewa
Acara pembekalan Guru PAUD di Pacific Place Jakarta

JAKARTA, NNC - Pengembangan Pendidikan Anak Usah Dini (PAUD) DKI Jakarta mengalami tantangan yang tidak sedikit. Saat ini tantangan yang paling nyata adalah SDM guru yang notabene para ibu-ibu PKK yang belum terlatih menjadi guru. Termasuk, sarana dan prasarana yang terbatas.

Wakil Ketua 2 Tim Penggerak PKK Pemprov DKI Jakarta Rusmiati Saefullah mengatakan, pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berharap peran swasta membina lembaga Pendidikan Anak Usah Dini (PAUD) yang begitu banyak di Jakarta, termasuk di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Tim Penggerak PKK membantu Pemprov DKI agar anak-anak yang berada di wilayah padat, kumuh dan miskin dapat meperoleh pendidikan.

"Kami sangat berharap ada bantuan bagi anak-anak di daerah terpencil agar dapat bersekolah di tempat formal," jelasnya, dalam siaran pers yg diterima NNC di Jakarta Senin (20/8/2018).

Menurut dia, pendidikan Paud itu ada yang formal dan non formal. Yang non formal merupakan binaan PKK. Karena itu, dia mencontohkan program Binaan PAUD dari Pacific Place Jakarta bisa menjadi contoh untuk  meningkatkan kualitas Paud. 

Dijelaskan Nanny Kurniawan, HR & GA Manager Pacific Place Jakarta,  selama ini Pacific Place telah memberikan pendampingan lagi kepada sejumlah  PAUD di DKI Jakarta, antara lain. PAUD Menara Indah Kelurahan Manggarai,  PAUD Pelita Hati Bintaro, PAUD Baiturahman Kemayoran. Dan, belum lama ini, Pacifik Place melakukan pendamping Paud ke Pulaua Harapan, Kepulauan Seribu.

"Saat ini, total PAUD Binaan Pacific Place Jakarta telah mencapai 12. Awalnya, kami menggelar program ini di kelurahan yang dekat dengan mall kami. Selanjutnya, kami perluas ke wilayah Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu, yang notabene membutuhkan," katanya, dalam pembekalan Guru PAUD di Pacific Place Jakarta, Senin (20/8/2018).

Perluasan pendampingan Paud ini atas saran Ketua Tim Penggerak PKK Fery Farhati, istri dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Diharapkan bisa diperluas ke daerah-daerah lainnya di DKI Jakarta. Mengingat, ada 1.500 PAUD non formal Bina Keluarga Balita (BKB) PAUD DKI Jakarta yang tersebar di 3.000-an RW.

"Oleh karena itu, kami membutuhkan pihak swasta seperti Pacific Place Jakarta dalam menyukseskan misi kami, yakni menjadikan DKI Jakarta sebagai kota yang ramah anak. Semoga program bagus dari Pacific Place Jakarta ini dapat menjadi contoh dan diikuti oleh perusahaan lainnya," jelasnya.

Karena itu, Pacifik Place melakukan pendampingan hingga ke Kepulauan Seribu. Masyarakat di sana sangat antusias, sehingga Pacifik Place berniat akan melebarkan pendampingan Paud ke beberapa pulau di Kepulauan Seribu.

Dalam menjalankan program tersebut, Pacific Place Jakarta menggandeng PAUD Institut selaku mitra dalam program pendampingan.  Melalui program PAUD Binaan, ditambahkan Nanny, para peserta akan mendapatkan pelatihan, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, penataan ruang kelas, studi banding, serta kegiatan parenting dan konseling bagi guru dan orang tua murid.

Sementara itu,  Dhanang Sasongko, Direktur PAUD Institute yang juga Sekjen Komnas Anak, keempat PAUD binaan baru dari Pacific Place Jakarta tersebut akan didampingi selama enam bulan ke depan.

"Sebelumnya, kami melakukan pemetaan kebutuhan di masing-masing daerah. Di Kepulauan Seribu misalnya, kami memilih Pulah Harapan yang padat penduduknya. Di sana, kami akan memberikan pelatihan tingkat dasar kepada para guru PAUD yang kebanyakan para ibu rumah tangga. Kami juga memberikan pelatihan parenting untuk orangtuanya. Total ada 9 materi pelatihan untuk para guru PAUD dan 4 materi parenting untuk orangtua," papar Dhanang, yang menyebutkan ada 80-an orangtua dan 60-an guru yang hadir di setiap pertemuan.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani