• News

  • Pendidikan

Temukan Insektisida Alami, Tiga Mahasisa Lakukan Ini

Daun pacar kuku yang dapat dijadikan insektisida alami.
Herbal
Daun pacar kuku yang dapat dijadikan insektisida alami.

DEPOK, NNC - Tiga mahasiswa jurusan Kimia dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menemukan bahan alam yang aman bagi makhluk hidup dan dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan insektisida alami, yakni dari daun pacar kuku.

"Mahasiswa FMIPA UI menghasilkan insektisida alami dari Daun Pacar Kuku dan Limbah Styrofoam," kata Kepala Humas dan KIP Universitas Indonesia Rifelly Dewi Astuti.

Ketiga mahasiswa FMIPA UI tersebut adalah Nadiatus Silmi, Shella Jeniferani Willyam, dan Redita Andini Ayundrisa di bawah bimbingan dosen FMIPA UI Dr. Ir. Antonius Herry Cahyana.

Penggunaan insektisida cenderung berbahaya karena berpotensi mengancam lingkungan dan kesehatan manusia seperti kanker dan kerusakan otak. Namun tidak dapat dipungkiri, insektisida masih kerap digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari untuk membunuh serangga.

Mereka berhasil memanfaatkan limbah styrofoam untuk membantu reaksi sintesis insektisida dari daun pacar kuku (Lawsonia inermis) yang aman bagi kesehatan makhluk hidup dan lingkungan.

Dilansir Antara, Rabu (22/8/2018)), menurut Silmi selaku ketua tim mengatakan insektisida merupakan produk yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari namun sayangnya masih banyak insektisida yang mengandung senyawa organofosfat dan organoklorin.

Senyawa-senyawa tersebut termasuk ke dalam kelompok polutan organik persisten (POP) yang sulit terdegradasi dan bersifat toksik, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan manusia. Maka dari itu, sangat diperlukan bahan aktif insektisida baru dari bahan alam yang tidak berbahaya.

Dikatakannya tiga mahasiswi ini terinspirasi untuk memanfaatkan daun pacar kuku serta limbah styrofoam atau polistirena dalam reaksi pembuatan insektisida. Metode yang digunakan jauh lebih sederhana karena tidak membutuhkan suhu dan tekanan tinggi serta tidak menggunakan pelarut organik berbahaya sehingga lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.

Hasil dari penelitian kami, insektisida alami ini terbukti dapat membunuh nyamuk dengan waktu kurang lebih 3 menit saja. Potensi dari inovasi kami ini dapat dikembangkan menjadi bahan aktif insektisida yang digunakan dalam bentuk sediaan 'lotion, 'gel', atau 'spray'.

Diharapkan hasil penelitian ini mampu menekan penggunaan insektisida berbahaya dan menggantinya menjadi insektisida alami dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan.

Selain itu juga diharapkan pemanfaatan limbah secara langsung dapat mengurangi sampah styrofoam yang ada di Indonesia

Editor : Sulha Handayani