• News

  • Pendidikan

Rektor Unsri Sebut Wisuda Berkonsep Milenial UBSI Bisa Jadi Contoh

Rektor Universitas Sriwijaya Prof  Dr Anis Sagaf
istimewa
Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Anis Sagaf

JAKARTA, NNC - Sesuatu langkah yang baik yang dilakukan oleh pemerintah, bahwa perguruan tinggi yang memiliki potensi untuk melaksanakan penggabungan antar perguruan tinggi dibeberapa kota menjadi menjadi universitas yang disebut Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU).

Hal itu dikatakan Rektor Universitas Sriwijaya Prof  Dr Anis Sagaf saat memberikan selamat kepada Bina Sarana Informatika (BSI) yang telah berubah menjadi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam orasi ilmiah kepada Wisudawan UBSI pada Wisuda UBSI ke 50, bertempat di BSI Convention Center (BCC), Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat, belum lama ini.

Anis mengatakan  setelah dilakukan penggabungan tersebut, penjaminan mutu universitas harus tetap terjaga. Ia pun merasa kagum dengan prosesi wisuda yang berkonsep milenial dan kekinian. “Selamat kepada BSI yang telah berubah menjadi sebuah Universitas,” kata Anis.

Terkait acara wisuda mahasiswa UBSI, dia mengakui baru pertama kali menghadiri prosesi wisuda yang telah berkonsep milineal. "Saya sangat kagum. Dan yang paling mengagumkan lagi pelaksanaan wisuda ini juga melibatkan mahasiswa. Videografi dan soundsystem yang dikelola oleh mahasiswa, sangat bagus. Ini bisa menjadi laboratorium bagi mahasiswa dan dapat menjadi contoh perguruan tinggi lain,” ujar Anis.

Ia pun berpesan, bahwa mengelola universitas tidak sulit asalkan semua civitas akademika UBSI mengetahui dan memahami visi dan misi perguruan tinggi. Selanjutnya, UBSI harus menatap dan menjawab tantangan masa depan.

“Menjawab tantangan yang diperlukan masa depan dengan memperhatikan kurikulum. Jika dahulu tabu untuk merevisi kurikulum, tetapi beda dengan sekarang. Jika tantangan saat ini berubah, kurikulum harus berubah juga,” kata Anis.

Perubahan tersebut, lanjut Anis, menjadi sebuah keharusan untuk melanjutkan proses pendidikan selanjutnya sesuai dengan kebutuhan masa depan.

“Saya melihat UBSI telah memiliki apa yang dibutuhkan saat ini. Perguruan tinggi yang telah berbasis teknologi ini sesuai dengan perkembangan industri 4.0, sebagai kelebihan bagi UBSI. Dimana saat ini yang berkembang adalah pada bidang teknologi, seperti cloud computing, big data, dan lainnya. Saya yakin kedepannya UBSI akan maju dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Selain itu, lulusannya mampu mengisi peluang-peluang kerja di era industri 4.0 ini,” ujar Anis.

Editor : Wulandari Saptono