• News

  • Pendidikan

Ketika Jiwa Kepemimpinan ‘Jokowi-Prabowo’ Ditabur di SMP Permata Bogor

Perkemahan Kamis-Jumat (Perkaju) dan LDKS di SMP Permata
Dok NNC/Taat Ujianto
Perkemahan Kamis-Jumat (Perkaju) dan LDKS di SMP Permata

BOGOR, NNC - Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan seperti sosok Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Pengertian “Jiwa kepemimpinan” di sini, di luar konteks persaingan sebagai para calon presiden. Bukan pula terkait kampanye pemilu presiden mendatang.

“Jiwa kepemimpinan” di sini memiliki arti yang sesungguhnya. Artinya, sosok-sosok seperti Jokowi dan Prabowo adalah contoh orang-orang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi.

Yang satu telah berhasil menjadi orang pertama di negeri ini dan kini mencalonkan diri menjadi presiden untuk periode yang kedua.

Sedangkan tokoh kedua adalah calon presiden yang memang layak diusung karena memiliki keunggulan tertentu yang dipercaya mampu memajukan negara Indonesia. Dalam konteks ini, keduanya sama-sama memiliki nama besar.

Perpaduan “Jokowi-Prabowo” adalah wujud Indonesia. Keduanya menjadi simbol mengerucutnya sosok pemimpin yang dipercaya seluruh bangsa Indonesia. Dengan demikian, siapapun nanti yang akan memenangi pemilu presiden, tetap tak boleh melupakan perpaduan tersebut.

Bagi generasi muda, khususnya para pelajar yang belum menggunakan hak pilihnya, dapat mempelajari momen menjelang pemilu sebagai bahan belajar yang sangat baik.

Bila ingin menjadi seorang pemimpin yang menyatukan Indonesia, maka sebaiknya mempelajari jiwa kepemimpinan yang mampu memadu antara Jokowi dan Prabowo.

Bangsa Indonesia adalah negara dengan beragam agama, suku, budaya, dan ras. Jiwa kepemimpinan yang mampu merangkul semuanya adalah sangat penting.

Dan bertolak dari kesadaran itulah, SMP Permata Bogor yang berlokasi di Jalan Kemang Baru No 1, RT 01/01, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyelenggarakan sebuah acara bertemakan “membangun jiwa kepemimpinan Indonesia”.

Acara itu dikemas dalam rangkaian acara Latihan Kepemimpinan Dasar Siswa (LDKS) dalam bentuk Perkemahan Kamis-Jumat (Perkaju) yang berlangsung di lapangan Sekolah Permata pada 17-18 Januari 2019.

Kegiatan seperti ini sebenarnya sudah lazim diadakan di berbagai sekolah. Namun LDKS yang diselenggarakan SMP Permata kali ini, ada hal yang sangat istimewa. 

Yulizar Agustim (tengah) bersama dua orang fasilitator LDKS SMP Permata

Hadir sebagai penanggung jawab tim fasilitator LDKS, Yulizar Agustim BS, S.Pd. Beliau dikenal sebagai seorang pegiat Pramuka Kwaran Kemang, Kabupaten Bogor.  Bersama tim yang ia besut, LDKS berlangsung dengan seru dan menyenangkan.

“Di SMP Permata, kalian semua diberikan kesempatan untuk menjadi pemimpin yang berkualitas. Dan untuk menjadi pemimpin harus memiliki prestasi. Bagi yang ingin memajukan di bidang olah raga, seni, akademik, atau bidang lainnya, akan didukung oleh dewan guru,” kata Yulizar kepada peserta LDKS.

Lanjutnya, “Untuk bisa menjadi seorang pemimpin, tidak bisa kalau kalian membiarkan diri menjadi pecandu gawai atau pecandu game online dengan segala macam modelnya.”

Yulizar kemudian memberikan contoh analogi. Katanya, “Saat kalian main game, kalian hanya memainkan jari jempol (ibu jari, red) saja. Sementara jari lainnya tidak digunakan.”

Menurut Yuslizar, hal itu adalah contoh bentuk ketidakadilan. Padahal, seorang pemimpin harus memiliki jiwa yang adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. Pemimpin harus mampu merangkul semua orang (disimbolkan memainkan semua jari tangan).

Untuk merangsang dan mencambuk para peserta LDKS yang berjumlah sekitar 33 siswa dari kelas 7 dan 8 itu, Yulizar mengajak beberapa siswa SMK Nusa Bangsa yang berprestasi untuk tampil di hadapan peserta LDKS.

Di hadapan peserta LDKS, Faizal, siswa kelas 12 di SMK Nusa Bangsa menunjukkan kebolehannya di bidang seni beladiri. Ia adalah salah satu siswa teladan yang berhasil meraih medali emas dalam turnamen Pencak Silat Kepramukaan Dasar Dua tingkat Nasional pada bulan September 2018 lalu.

Hadir juga sebagai anggota tim fasilitator, Agus Triani yang berhasil meraih medali emas dalam Lomba Tari Tradisional dan medali perak dalam Lomba Stand Up Kepramukaan di tingkat Kabupaten Bogor.

Figur Faizal dan Agus sangat penting bagi siswa SMP Permata. Sosok-sosok kakak kelas yang berprestasi akan membantu proses pencarian jati diri dan potensi diri yang mungkin masih terpendam dan belum dikembangkan.

“Ingat, untuk menjadi pemimpin yang berprestasi, kalian harus merintis sejak dini. Aktif di organisasi intra sekolah (OSIS), Kepramukaan, Klub olahraga, dan sebagainya, mutlak untuk mengasah jiwa kepemimpinan,” pesan Yulizar di tengah-tengah acara yang sedang berlangsung.  

Lalu bagaimana respon dan komentar peserta LDKS? "Sangat seru dan menyenangkan. Ada suasana akrab, kerjasama, kekompakan, dan banyak yang lucu juga," jawab Jeva, siswi kelas 8 yang kemudian disambut dan ditimpali peserta lainnya. Semua tampaknya bergembira dan sangat menikmati kegiatan tersebut.

Editor : Taat Ujianto