• News

  • Pendidikan

Tarik Pungutan Formulir KJP, Kepala Sekolah SMK Taman Sakti Dipanggil Sudin

Tarik Pungutan Formulir KJP, Kepala Sekolah SMK Taman Sakti Dipanggil Sudin Pendidikan
Edunews
Tarik Pungutan Formulir KJP, Kepala Sekolah SMK Taman Sakti Dipanggil Sudin Pendidikan

JAKARTA, NNC - SMK Taman Sakti, Jalan Komplek Kebersihan, Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat ditengarai menarik pungutan uang administrasi formulir Kartu Jakarta Pintar ( KJP) sebesar Rp 100 ribu.

Pungutan tersebut otomatis memberatkan orang tua murid. Terlebih KJP diperuntukkan bagi siswa kurang mampu.

"Kita kan dapat KJP karena kita termasuk warga yang kurang mampu. Jadi kalau dipungut sebesar itu, sangat memberatkan kita. Sebab, tidak semua orang tua murid berkecukupan," kata salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya, Jumat (8/3/2019).

"Jadi jangan seenaknya memungut biaya sebesar itu," sambungnya.

Terkait pungutan tersebut, Kapala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat, Tajuddin mengatakan, pihaknya sudah memanggil Kepala SMK Taman Sakti terkait adanya informasi pungutan untuk administrasi kepengurusan KJP di sekolah tersebut.

"Kita sudah periksa kepala sekolah itu untuk minta klarifikasi. Menurut kepala SMK Taman Sakti, pungutan tersebut, sukarela dan tidak diwajibkan. Apapun alasannya itu tidak dibenarkan. Mereka yang mendapatkan KJP, warga kurang mampu. Harusnya mereka dipermudah, jangan dipersulit. Karena KJP itu untuk SPP dan untuk kebutuhan pendidikan siswa, sekali lagi kita tegaskan, jangan dipersulit," ujar Tajudin.

Dikatakan Tajudin, setelah dilakukan pemeriksaan ada beberapa poin yang menurutnya dinilai melanggar aturan.

"Dari memegang ATM KJP saja sudah salah, karena itu hak peserta pendidik untuk kepentingan pendidikan.Tapi yang pastinya ini sudah tidak benar, kita akan memproses kesepakatan ini lebih lanjut. Nanti kita akan melanjutkan melanjutkan ke Dinas Pendidikan," pungkas Tajudin.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani