• News

  • Pendidikan

Siswi SMAK 1 PENABUR Berhasil Raih Peringkat Ketiga Terbaik Nilai UN di DKI

Devita Rahmadani Halim (17) siswi SMAK 1 PENABUR peraih peringkat ketiga terbaik UN.
Dok: Pribadi
Devita Rahmadani Halim (17) siswi SMAK 1 PENABUR peraih peringkat ketiga terbaik UN.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Siswi SMAK 1 PENABUR berhasil meraih peringkat ketiga terbaik nilai Ujian Nasional (UN) 2019, bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di DKI Jakarta.

Dia adalah Devita Rahmadani Halim (17). Siswi yang bersekolah di SMAK 1 PENABUR Tanjung Duren ini memperoleh nilai dengan rata-rata 99.50 dari empat mata pelajaran. Masing-masing mata pelajaran adalah Bahasa Indonesia dengan nilai 100; Bahasa Inggris dengan nilai 98; Matematika dengan nilai 100; Fisika dengan nilai 100.

Pada Netralnews, Devita mengaku tidak 'ngotot' belajar menjelang UN, pasalnya pola belajar yang seperti itu akan memberi tekanan pada diri sendiri dan berdampak pada stress. Devita katakan, proses belajar untuk menghadapi UN telah dipersiapkannya jauh-jauh hari, dengan ikut bimbingan sekolah dan belajar bersama teman-teman dekatnya.

"Biasanya guru-guru di sekolah juga membuka kelas bagi yang ingin belajar tambahan sepulang sekolah. Kadang seminggu tiga kali ada kelas tambahan, selama 1,5 jam," jelas Devita pada Netralnews, Jumat (10/5/2019).

Diakui Devita, selain tidak 'ngotot' belajar, dia juga mengimbangi kesehariannya jelang UN dengan bermain. "Jadi diimbangi, tidak boleh belajar kebanyakan, nanti stress dan tidak boleh main kebanyakan, inget belajar juga," sambung perempuan berambut panjang ini.

Dijelaskan Devita, biasanya sepulang sekolah, dia bersama teman-teman kerap bermain bersama. Dikala kebersamaan dengan teman, diisi waktu istirahat seperti makan dan bercengkrama. Sepulangnya ke rumah, Devita lantas mempelajari ulang materi yang telah dijelaskan guru di sekolah.

"Jadi hiburannya ngobrol sama teman, main game dan pergi makan. Belajar bersama teman juga sudah refreshing," kata Devita.

Devita juga mengaku, Ayah dan Ibunya tidak pernah menuntut Devita untuk belajar, namun diharap orang tuanya, nilai akademik sekolah hasilnya baik.

"Tidak pernah dipaksa belajar. Cuma kalau nilai jelek, marah. Jadi orang tua tidak pernah mengatur tapi membimbing," kata anak ke empat dari lima bersaudara ini.

Melalui pola belajar dan bimbingan orang tua tersebut, Devita katakan tidak ada kesulitan berarti yang dia hadapi saat pelaksanaan UN dan menyelesaikan soal UN. Menurutnya, mayoritas soal UN telah dia pahami dan telah dia pelajari. Memang ada beberapa soal yang sulit, namun Devita mengaku tetap berusaha dan bisa menyelesaikannya dengan baik.

Devita lantas mengaku tidak menyangka meraih peringkat ketiga terbaik, memperoleh nilai UN 2019, bidang IPA di DKI Jakarta. Devita bahkan mengetahui informasi tersebut dari teman sekolahnya dan tak dipungkiri, Devita merasa bangga dan bersyukur atas prestasinya tersebut.

"Pertama tahu dari teman dan kaget (meraih peringkat tiga terbaik). Bersyukur," kata dia penuh semangat.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMAK 1 PENABUR, Devita sebelumnya telah dinyatakan diterima di Universitas Melbourne, Australia. Dia akan mengenyam pendidikan di Jurusan Biomedicine atas dorongan orang tua dan sesuai keinginannya. Devita lantas akan memulai pendidikan di perguruan tinggi pada 7 Juni mendatang.

"Saya ingin belajar di negeri orang, sosialisasi dan belajar hal baru. Sudah menjadi cita-cita saya untuk bergelut di bidang IPA, lulus dan bekerja sesuai passion dari awal," jelas dia.

Diakhir wawancara, Devita berpesan pada seluruh peserta didik di seluruh Indonesia, khususnya di BPK PENABUR agar tidak stress saat mengenyam pendidikan. Imbangi belajar dengan istirahat, main, belajar tambahan dan yang terpenting adalah berdoa.

Devita juga berterimakasih kepada para Guru BPK PENABUR yang telah peduli dan dengan sabar mendidik para murid. Dia juga berterimakasih karena berkat bimbingan para guru dan orang tua, Devita bisa menyelesaikan UN dengan baik.

"Harapan saya, semoga BPK PENABUR tetap bersinar dan menghasilkan anak-anak pintar. Selain itu, semoga guru-guru selalu sabar menghadapi murid-murid. Terima kasih karena telah dibimbing selama tiga tahun ini," tutup dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?