• News

  • Pendidikan

Siswi SMAK 3 PENABUR Raih Peringkat 3 Terbaik UN Bidang IPS di Jakarta

Memakai jaket abu-abu, Emil sedang berfoto bersama teman-teman
dok.Istimewa
Memakai jaket abu-abu, Emil sedang berfoto bersama teman-teman

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Emilia Fransisca (17), siswi dari SMAK 3 PENABUR berhasil meraih peringkat ketiga terbaik Ujian Nasional (UN) 2019 bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di DKI Jakarta.

Emil, sapaan akrabnya, berhasil memperoleh nilai rata-rata 97.88. Adapun rincian nilainya adalah: Bahasa Indonesia 98.00, Matematika 100.00, Bahasa Inggris 100.00 dan Ekonomi 95.00.

Pada Netralnews, Emil mengaku memperoleh informasi bahwa dirinya meraih peringkat ketiga terbaik UN 2019 bidang IPS di DKI Jakarta melalui salah satu teman geng-nya. Temannya mengirim informasi tersebut melalui group WhatsApp dan Emil mengaku kaget dan tidak yakin.

"Saya awalnya kaget. Rasanya tidak yakin, apalagi di Mata Pelajaran Bahasa Indonesia," kata Emil pada Netralnews, Sabtu (11/5/2019).

Emil merasa metode belajar yang dilakukan biasa saja. Belajar di sekolah, belajar dari materi-materi yang diberikan guru, bertanya bila ada yang tidak di mengerti, mengerjakan tugas sekolah. "Tidak ada metode belajar khusus, kadang hanya cari-cari contoh soal di google," kata Emil sambil tertawa.

Dijelaskan Emil, dia biasanya bersekolah dari pukul 07.30 hingga pukul 15.30 pada Senin hingga Jumat. Sepulang sekolah, terkadang bersama teman-teman, Emil kerap belajar kelompok untuk hadapi Ujian Sekolah (US) dan UN. Tak hanya sampai situ, dia lantas kembali mempelajari materi-materi pelajaran ketika menjelang tidur.

"Sebetulnya bosan (belajar terus), tapi harus belajar. Kan sebelumnya juga ada US jadi tidak beda jauh materi yang dipelajari," jelas anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Melalui persiapan yang matang, tak heran jika Emil mengaku biasa saja saat hadapi UN. Dia juga mengaku tidak gugup dan takut, karena dia telah sering lakukan Try Out (TO) dan baru saja menyelesaikan US dua minggu sebelumnya. "Jadi biasa saja," kata dia.

"UN di sekolah BPK PENABUR juga sudah berbasis komputer. Fasilitas komputernya bagus, oke. Jadi aman," jelas perempuan berkacamata ini.

Pada penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Emil mengaku paling menyukai Mata Pelajaran Matematika. Menurutnya Matematika merupakan mata pelajaran yang seru dan penuh tantangan. Sedangkan mata pelajaran yang paling sulit menurut Emil adalah Bahasa Indonesia karena setiap jawaban seolah benar semua, sehingga sulit memilih jawaban yang tepat.

"Selama UN saya juga tidak susah membagi waktu antara sekolah, refreshing dan waktu bersama keluarga. Saya kan hanya belajar di sekolah, sama mau tidur, jadi tidak kesulitan membagi waktu," jelas Emil.

Emil mengaku tidak pernah menerima paksaan dari orang tua untuk belajar. Dia juga selalu ingat akan pesan orang tua yakni apabila melakukan sesuatu, maka berikan yang terbaik.

Selepas UN ini, Emil telah diterima di Universitas Media Nusantara (UMN) Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Hal ini senada dengan hobi Emil yaitu menggambar. Emil selama ini hobi menggambar dengan cat air dan objek yang kerap digambar adalah potret orang.

Tidak hanya itu, Emil juga masih dalam proses Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Indonesia (UI) Jurusan Akuntansi.

"Kalau terkait cita-cita, saya masih bingung. Jadi daftar dua jurusan itu, ya cita-cita nya dibidang dua itu saja," ujar Emil.

Dia akhir wawancara, Emil berpesan pada siswa-siswi yang masih menempuh pendidikan agar tetap semangat, serta memanfaatkan waktu saat sekolah. Menurutnya siswa-siswi perlu menikmati proses belajar, karena tanpa terasa, sekolah menjadi waktu yang singkat.

"Bagi BPK PENABUR, saya mengucapkan terima kasih karena telah dimbimbing, terutama dalam menghadapi UN. Terima kasih juga kepada para guru karena telah memberikan materi pelajaran dengan jelas," ucap Emil.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?