• News

  • Pendidikan

Kemendikbud: Tajuk Sirkular Tampilkan Karya Seni Lintas Media Tanpa Sekat

Kepala Subdirektorat Seni Media, Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Tubagus Andre.
Netralnews/Martina Rosa
Kepala Subdirektorat Seni Media, Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Tubagus Andre.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Subdirektorat Seni Media, Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), Tubagus Andre mengapresiasi penyelenggaraan pameran dan pertunjukkan pada Lintas Media 2019 yang bertajuk sirkular. 

Kegiatan Lintas Media 2019 ini berlangsung selama lima hari, yakni pada 11-15 Juni 2019 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Rangkaian acara Lintas Media meliputi rangkaian kegiatan pameran, diskusi, peluncuran web, pemutaran film, serta pertunjukkan.

Menurut Andre, tajuk sirkular merupakan salah satu program kerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta dalam membaca, memotret dan melihat sejauh mana kesenian mutakhir pada satu era, dimana era teknologi informasi sebagai sebuah pilihan alternatif untuk kolaborasi dan sinergi antar kesenian.

"Karena di dalam lintas media ada praktik sebelumnya di bidang teater, seni rupa, musik dan lain,lain. Lalu sekarang dikemas ke dalam sirkular, jadi melihat bagaimana respon publik dengan berbagai rangkaian acara," kata Tubagus pada Netralnews baru-baru ini di TIM.

Tubagus jelaskan, di Kemendikbud sendiri ada salah satu sub direktorat untuk menangani seni media. Hal tersebut sebagai salah satu dukungan pemerintah bisa melihat sejauh mana praktik seni media dalam lintas media bisa menunjukkan eksistensinya dan arahnya dengan meyakini seni lintas media yang lebih kepada praktik bersifat temporary,  kolaborasi, sinergitas, dan interkasi.

"Karena ada percakapan dan kesamaan gagasan dan pikiran lalu dipresentasikan dalam sebuah kesenian. Jadi di lintas media tidak ada sekat-sekat," kata Tubagus. 

Lebih lanjut Tubagus menilai bahwa kesenian bisa menjadi salah satu industri budaya sebagai ekonomi kreatif. Industri budaya merupakan upaya untuk menjadikan karya seni sebagai produk ekonomi yang memiliki nilai jual dan transaksional. 

"Kalau berkualitas dan bermutu, ada nilai jual yang tinggi. Misalnya pertunjukkan, berapapun harga tiket yang dijual, laku. Sama dengan produk lukisan, dulu untuk sekedar ekspresi diri, sekarang tumbuh galeri-galeri," jelas dia.

Dicontohkan pula sebuah rumah atau gedung, sebagai elemen estetis dan lukisan dijadikan sebagai alat dekorasi. Dengam begitu akan tercipta nilai jual dan bisa jadi investasi.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian