• News

  • Pendidikan

Heboh Surat Edaran Wajib Kenakan Seragam Muslim di SD Karangtengah III Mendadak Viral

Model seragam muslim yang sempat akan diwajibkan bagi siswa SD Karangtengah III
Netralnews/Dok.Istimewa
Model seragam muslim yang sempat akan diwajibkan bagi siswa SD Karangtengah III

YOGYAKARTA, NETRALNEWS.COM - Surat edaran yang mewajibkan peserta didik baru mengenakan model seragam muslim di salah satu SD di Gunungkidul viral dan membuat heboh jagad media sosial.

Surat yang diterbitkan oleh kepala sekolah pada 18 Juni itu memuat empat hal. Pertama, pada tahun pelajaran 2019/2020, siswa baru kelas I wajib memakai seragam muslim.

Kedua, Bagi siswa kelas II-VI belum diwajibkan yang mau ganti seragam muslim. Ketiga, pada tahun pelajaran 2020/2021 semua siswa wajib berpakaian muslim. Terkahir surat itu menyertakan contoh gambar pakaian muslim yang wajib dikenakan siswa.

Model seragam dalam surat itu jelas memperlihatkan siswa putri mengenakan jilbab, baju, dan rok panjang. sedangkan putra mengenakan baju pendek dan celana panjang.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul membenarkan kabar yang viral tersebut. Surat itu dikeluarkan oleh Kepala SDN Karangtengah III, Kecamatan Wonosari.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, menegaskan jika surat edaran tersebut merupakan kesalahan redaksi dari pihak sekolah. Oleh karena itu, jajarannya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk merevisinya.

"Sudah direvisi bahwa yang dianjurkan berbusana muslim ialah yang beragama Islam," kata Bahron dinukil dari Harianjogja.com, Senin (24/6/2019).

Lebih lanjut Bahron menjelaskan, malam ini ia sudah mengklarifikasi dan besok akan mengedarkan revisi. Ia mengetahui surat edaran tersebut dari media sosial.

"Setelah beredar ke mana-mana saya segera panggil korwil yang bertanggungjawab," ujarnya.

Menurutnya, meskipun siswa dan siswi beragama muslim, namun tidak diwajibkan memakai seragam busana muslim seperti yang dinyatakan dalam surat edaran. "Tidak seperti itu aturannya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN Karangtengah III Pujiastuti mengatakan surat edaran tersebut akan direvisi, Selasa (25/6/2019) besok. Menurut dia, ada ketidaktepatan penyusunan kalimat sehingga surat edaran itu disalahpahami.

“Kami tidak ada tendensi diskriminasi siswa maupun casis (calon siswa, red) nonmuslim. Besok pagi segera kami ralat dengan edaran yang meluruskan maksud edaran tersebut. Kami merasa belum tepat dalam memilih kata dan kalimat,” ujar Pujiastuti, Senin (24/5/2019) malam.

Editor : Taat Ujianto