• News

  • Pendidikan

Kasus Viral Pemecatan Guru SD St Lukas, Lagi-Lagi Dialog Mediasi Terancam Gagal

Fransisca Tri Susanti bersama Azas Tigor Nainggolan (no 1 dari kiri) dan advokat lain
Netralnews/Dok.Istimewa
Fransisca Tri Susanti bersama Azas Tigor Nainggolan (no 1 dari kiri) dan advokat lain

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus Fransisca Tri Susanti Koban (53), guru SD St Lukas Pademangan, Jakarta Utara, yang dipecat oleh pihak yayasan tempat ia mengabdikan diri selama 33 tahun, masih terus berlanjut.

Kasus yang dialami Fransisca viral di media sosial setelah nasib buruk yang dialaminya ditulis dalam akun Facebook atas nama Birgaldo Sinaga.

Kasus pemecatan berlarut karena Fransisca menolak dan melawan keputusan PHK yang telah dikeluarkan yayasan. "Saya ingin kembali mengajar. Menjadi guru lagi. Bisa bertemu dengan anak murid saya lagi," tuturnya.

Dinas Tenaga Kerja Pemprov Jakarta setelah bertemu dengan kedua belah pihak, telah mengeluarkan anjuran agar Fransisca diperkerjakan kembali dan pihak sekolah harus membayarkan hak gaji dan lainnya yang belum dibayarkan selama 9 bulan oleh pihak sekolah kepada Fransisca.

Pihak sekolah menolak menjalankan anjuran Dinas Tenaga Kerja Jakarta. Kasus pun kemudian bergulir dan pengurus yayasan menggugat Fransisca masuk pengadilan PHI Jakarta.

Sebelum putusan sidang PHI dikeluarkan, sempat diadakan beberapa kali dialog mediasi. Yang terakhir adalah dengan Ketua Dewan Pembina Yayasan St Lukas, Romo Gories, yakni pada Jumat 21 Juni 2019 di Matraman, Jakarta Timur.

Sebetulnya, dialog dan mediasi belum terlambat dilakukan. Walaupun mediasi sebelumnya selalu mentok, namun dialog kali ini terjadi karena adanya desakan tokoh gereja di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).

“Setelah pertemuan di Matraman, Romo Gories berbicara dengan Romo Vikjen (Pastor Samuel Pangestu Pr). Romo Vikjen  mengatakan kalau masih mau dengar gereja, selesaikan (kasus Fransisca, red) secara kekeluargaan,” tutur Azas Tigor Nainggolan salah satu advokat yang ditunjuk Fransisca sebagai Kuasa Hukumnya kepada Netralnews.com, Selasa (25/6/2019).

Artinya, tim kuasa hukum Yayasan St Lukas dihimbau agar segera bertemu dengan tim kuasa hukum Fransisca yang dikoordinir oleh Azas Tigor Nainggolan untuk membicarakan penyelesaian  masalah PHK sepihak terhadap Fransiska ini secara kekeluargaan.

Sementara dialog mediasi berproses, dikabarkan saat ini para pengurus Yayasan St Lukas sedang berada di luar negeri.

“Romo Gories juga sampaikan bahwa pengurus Yayasan St Lukas sedang pergi ke luar negeri. Ada yang ke Australia, ada juga yang ke Eropa,” tutur Tigor.

Tigor mengaku sudah menjalankan dan sangat mendukung apa yg disarankan Romo Vikjen dalam hal ini tokoh gereja di KAJ yakni agar kasus diselesaikan secara kekeluargaan.

“Makanya saya  buat pertemuan kemarin dan undang Romo Gories untuk membicarakan penyelesaian secara kekeluargaan. Dan saya sebagai pihak tergugat juga sudah kontak ke Panitera untuk menunda sidang  putusan karena akan ada proses mediasi. Jadi pada dasarnya kita sudah menjalankan dan sesuai saran Romo Vikjen,” tambah Tigor.

Sementara itu, Fransisca Tri Susanti mengaku sangat menyayangkan jika dialog mediasi kembali mentok.  “Itulah kebiasaan ketua yayasan, usai bikin masalah terus ditinggal ke luar negeri,” tutur Fransisca.

Ia juga mengharapkan agar Romo Gories berinisiatif untuk mengupayakan penundaan putusan sidang PHI agar penyelesaian secara kekeluargaan bisa terwujud.

“Kalau sudah terjadi putusan maka sudah tidak bisa lagi diubah,” pungkas Fransisca.

Editor : Taat Ujianto