• News

  • Pendidikan

Viral Pemecatan Guru St Lukas, Jika Mediasi Gagal Serahkan ke Hakim PHI

Pertemuan mediasi pihak Fransisca  dengan tim MPK-KAJ,  di Jakarta, Jumat (5/7/2019)
Netralnews/dok.istimewa
Pertemuan mediasi pihak Fransisca dengan tim MPK-KAJ, di Jakarta, Jumat (5/7/2019)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Sidang PHI di Pengadilan Negeri Jakarta untuk kasus Fransisca Tri Susanti Koban (53), guru SD St Lukas I Pademangan, Jakarta Utara, akan digelar hari Rabu (10/7/2019). 

Sidang putusan PHI sempat ditunda beberapa kali karena tim pengacara Fransisca berusaha menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

Mereka sempat bertemu dengan Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Umum St Lukas, Romo Gories. Sementara saat pertemuan mediasi, selain Romo Gories hadir juga Romo Dwi Cahyono dan Pengawas Yayasan Frans Muliawan, hari Jumat (5/7/2019).

Tim MPK-KAJ yang hadir selaku mediator pihak Fransisca dengan pihak Yayasan Pendidikan Umum St Lukas, antara lain J. Soepardi, Tjandra Putra, dan Bobby. Sementara dari Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Umum St Lukas, tak seorang pun ikut hadir.

Menurut keterangan Fransisca, hasil pertemuan mediasi masih belum memuaskan sebab pihak mediator belum melakukan pertemuan sebagaimana mestinya dengan pihak Dewan Pengurus Yayasan.

“Pertemuan mediasi masih mentah. Romo Gories ternyata belum membahas lembaran tuntutan dari saya sebagai tergugat, dengan pihak Dewan Pengurus Yayasan,” tutur Fransisca kepada Netralnews.com, Selasa (9/7/2019).

Berita Terkait: Viral Kasus Pemecatan Guru St Lukas, Fransisca: Bukan Mau Permalukan Gereja Katolik

Pernyataan senada juga disampaikan salah satu pengacara yang mendampingi Fransisca, Azas Tigor Nainggolan. Ia mengaku sangat menyayangkan mengapa pihak Romo Gories tidak segera bertemu dengan pihak pengurus yayasan.

“Kan surat itu sudah diberikan kepada Romo Gories tanggal 22 Juni. Tapi entah mengapa tidak segera disampaikan ke pengurus yayasan. Kalau ada yang belum jelas, kenapa Romo tidak telpon Bu Sisca atau saya,” terang Tigor.

Tigor kemudian mengingatkan kepada pihak mediator dan pengurus yayasan. Jika tidak ada kesepakatan dalam pertemuan mediasi, maka tanggal 10 Juli 2019, Majelis Hakim sidang PHI akan membacakan putusannya.

“Tanggal 10 Juli, saya dan Bu Fransisca akan hadir di sidang. Kalau ternyata mereka belum juga menjawab, akan kami serahkan putusan pada hakim,” tegas Tigor.

Menurut Tigor, selama ini, Fransisca sebenarnya hanya bertahan bukan melawan. Bila diajak secara kekeluargaan juga siap, diajak ke pengadilan juga siap.

"Selama ini, kan Bu Sisca dalam posisi bertahan, bukan melawan. Dibawa ke Sudin Tenaga Kerja, hayo. Digugat di Pengadilan, hayo. Diajak mediasi kekeluargaan, juga hayo,”  tambah Tigor.

Tigor berharap bisa diselesaikan secara damai dan masalahnya sebenarnya cukup sederhana.

“Sekarang masalahnya sederhana kok. Sikap yayasan selanjutnya mau bagaimana? Besok, tanggal 10 Juli sidang. Kalau tak ada itikad baik, ya serahkan putusan pada Majelis Hakim,” pungkas Tigor.

Sementara itu, pihak pengurus yayasan dan pengacara yayasan saat dihubungi tidak pernah memberikan jawaban.

Editor : Taat Ujianto