• News

  • Pendidikan

Kepsek TKK PENABUR Kotwis Berhasil Sabet Juara I Tingkat Nasional

Sri Lestari, SPd, MM yang berhasil meraih Juara I.
PENABUR
Sri Lestari, SPd, MM yang berhasil meraih Juara I.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Berita baik kembali datang dari Kepala Sekolah (Kepsek) TKK PENABUR Kota Wisata (Kotwis), Sri Lestari, SPd, MM yang berhasil meraih Juara I Kepala TK Berprestasi Tingkat Nasional. Ibu Lestari, sapaan akrabnya terpilih menjadi Juara I Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Diceritakan Lestari, perjuangan mengikuti lomba berjenjang berawal pada Juni hingga Agustus 2019, dimulai dari Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, hingga maju ke babak seleksi nasional. Pada rangkaian tahapan seleksi, Lestari harus melalui berbagai tes seperti memenuhi administrasi, tes akademik, tes kompetensi, tes psikologi, tes wawancara, hingga pemaparan program.

Setelah menjadi salah satu dari 34 perwakilan tiap provinsi, Lestari dengan percaya diri memaparkan best pratice atau praktik terbaik dihadapan para tim juri dan rekan seperjuangan lainnya. Best practice yang dipaparkan adalah 3D’sE, yakni akronim dari Discover, Design, Do, dan Evaluate.
"Waktu presentasi saat itu lebih bagaimana memaparkan, apa kerja kita (kepsek) di sekolah, bagaimana prosesnya, strateginya, tujuannya. Kemudian kami memaparkan itu dengan bukti-bukti nyata, dengan data-data yang mendukung," jelas Lestari saat dihubungi Netralnews, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, best practice 3D’sE mampu membangun pembelajaran kreatif dan inovatif. Terkadang apabila langsung masuk ke pembelajaran itu merupakan tugas dari guru, namun seorang kepala sekolah memiliki tugas bagaimana membina para guru-guru agar program benar-benar terlaksana.

Selain program, Lestari juga memiliki strategi mengundang guru untuk melaksanakan program tersebut yaitu dengan sosialisasi program, pelatihan, dan pendampingan dalam keseharian. Dilakukan juga simulasi-simulasi tidak hanya di depan guru, tetapi juga di depan orang tua ketika terselenggara pertemuan.

"Dihadapan orang tua murid, kami juga melakukan simulasi, jadi orang tua tahu, oh seperti ini anak-anaknya nanti akan diajarkan di kelas, kemudian pelaksanaan pembelajaran. Setelah pendampingan kami lakukan supervisi, evaluasi, dan tindak lanjut strategi," jelas Lestari.

Melalui rangkaian yang amat panjang tersebut, akhirnya Lestari berhasil menyabet Juara I GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal GTK Kemendikbud.

Suka Duka Menjadi Guru dan Tenaga Kependidikan

Diakui Lestari, dia telah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa sejak tahun 1992 dan bergabung dengan BPK PENABUR sejak tahun 1995. Dia lantas dipercayakan menjadi kepsek sejak 2007 silam dan jatuh cinta akan dunia anak-anak yang penuh konsentrasi dan kepercayaan pada guru-guru, sehingga menurutnya guru tidak boleh membuat kesalahan di mata anak-anak.

"Mereka (anak didik) itu fokus dan mereka itu selalu ada saja yang baru dan menarik perhatian kita, tidak hanya lucu tapi juga semangat untuk belajar mereka sangat bagus. Nah inilah kenapa akhirnya ada 3D’sE," jelas dia penuh semangat.

Kata Lestari, pihaknya rindu dan yakin bahwa peserta didiknya akan menjadi anak-anak yang berhasil ketika para pendidiknya memberikan sesuatu yang yang mempunyai nilai yang diharapkan. Selain itu, apabila anak didik beragama Kristen pasti ada pula nilai-nilai rohani berdasarkan Alkitab yang dipupuk dalam membimbing dan mengarahkan anak didik dengan baik.

Semua upaya ini dilakukan karena dia menyadari bahwa guru adalah ujung tombak dari pendidikan. Menurutnya, kurikul bisa berubah, kebijakan pemerintah bisa berganti, namun guru akan tetap menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan anak.

Misalnya, ketika pemerintah merubah kurikulum, pemerintah ingin SDM unggul seperti yang dicanangkan pada Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74, guru dihadapkan dengan tuntutan tersebut dan bagaimana anak didik menatap masa depan. Maka dari itu guru bertanggung jawab kepada anak-anak yang dititipkan oleh orang tua dan bagaimana mengasah anak didik menjadi unggul, pasalnya apabila guru ujung tombak, maka anak didik adalah SDM masa depan.

"Berikan dia (anak didik) kesempatan untuk bereksplorasi, berikan kesempatan untuk mengembangkan ide dan gagasan mereka dan berikan kesempatan mereka untuk berkolaborasi dengan teman-teman mereka sehingga bagaimana mereka akan mengapresiasi karya teman dan memiliki pengalaman langsung bukan sekedar hafalan semata," imbau Lestari pada para guru.

Pendidikan di Indonesia dan BPK PENABUR Semakin Maju

Diakhir wawancara, Lestsri juga berharap pendidikan di Indonesia semakin maju karena Indonesia merupakan negara luar biasa, memiliki potensi guru dan anak didik yang bersemangat. Anak didik inilah yang menjadi masa depan, apabila guru membangun suatu bangunan yang kokoh maka Lestari yakin ke depan Indonesia dan PENABUR semakin jaya, dan masyarakat sejahtera.

"Motto hidup saya sederhana, proses tidak menghianati hasil. Jadi apapun itu, bagaimanapun itu, belok kanan belok kiri, ketika kita melakukan itu dengan semangat dengan sekuat tenaga hasilnya akan bagus," tegas Lestari dengan optimis.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani