• News

  • Pendidikan

Marak Intoleransi Jadi Urgensi Penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Nasional

Muhadjir Efendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Muhadjir Efendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Makin surutnya kegiatan berkebudayaan di berbagai daerah serta maraknya intoleransi di masyarakat menjadi urgensi penyelenggaraan kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN). Sebagai ruang bersama, PKN diharapkan dapat mendorong terwujudnya sikap saling memahami, menghargai, dan menghormati di antara anak bangsa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy lantas mengingatkan tugas bersama seluruh pemangku kepentingan kebudayaan nasional adalah mengkonsolidasi kekuatan budaya yang ada. Kemudian mengkapitalisasinya sehingga menjadi kekuatan nasional.

"Salah satu langkah terpenting dalam hal ini adalah membangun keterhubungan antar ekspresi dan inisatif budaya dari seluruh pelosok tanah air. Kita butuh gerakan budaya yang terpadu, tidak tercerai-berai," tutur Guru Besar Universitas Negeri Malang ini, seperti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/10/2019).

Dilanjutkan Mendikbud, bahwa yang di
butuhkan saat ini adalah sebuah jaringan kerja kebudayaan. PKN menjadi platform tempat semua pelaku dan pemangku kepentingan dapat terlibat dalam upaya memajukan kebudayaan Indonesia.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengungkapkan rencana berbagai pihak untuk menjadikan Pekan Kebudayaan Nasional sebagai kegiatan reguler yang diselenggarakan setiap tahun. Jika Pekan Olahraga Nasional (PON) diselenggarakan berbasis kompetisi olah raga, maka PKN diharapkan lebih menjadi pemicu kerja kolaborasi antarpegiat kebudayaan nasional.

"Di dalam kebudayaan bahasanya kerja sama, bahasa kolaborasi, bahasa gotong royong. Dan ini menjadi landasan pemikiran dari Pekan Kebudayaan Nasional," kata Dirjen Hilmar.

PKN sendiri berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada tanggal 7 hingga 13 Oktober 2019. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Pengunjung dapat melakukan pendaftaran serta menemukan informasi seputar jadwal kegiatan pada laman pkn.kebudayaan.id.

Setidaknya terdapat 245 kegiatan dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional selama tujuh hari penyelenggaraannya. Terdapat empat kompetisi permainan tradisional, enam kompetisi karya budaya, 27 konferensi kebudayaan, 120 pertunjukan, 17 pameran budaya, 10 lokakarya warisan budaya, 50 ragam kuliner tradisional, dan sebuah pawai budaya yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober 2019.

Berbagai pihak yang terlibat dalam gotong royong penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Nasional meliputi 58 sanggar dan komunitas, 31 seniman dan musisi, serta lebih dari 3.500 peserta pawai budaya dari 26 provinsi dan komunitas budaya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P