• News

  • Pendidikan

Puspita Ternyata Anak Pintar

Danny Daud Setiana, orang tua Puspita
Martina Rosa Dwi Lestari
Danny Daud Setiana, orang tua Puspita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dvijatma Puspita Rahmani, siswi SMAN 4 Bandung yang diberi nilai nol oleh guru matematikanya ternyata anak pintar. Sebelum kasus tersebut ia mewakili sekolahnya untuk mengikuti olimpiade mata pelajaran Biologi.
"Puspita satu-satunya anak kelas X yang ikut Olimpiade Biologi, yang lain berasal dari kelas XI," ujar Danny Daud Setiana, ayah Puspita, saat ditemui netralnews.com, di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Senin (5/9/2016).

Menurut Danny, Puspita sejak kecil adalah anak yang menjunjung tinggi kejujuran. Puspita juga sempat mengalami bullying oleh teman-temannya saat duduk di bangku SMP, karena dia tidak suka menyontek dan tidak berkenan pula dicontek.

"Itulah salah satu alasan mengapa ia di bully oleh teman-temannya saat itu. Namun Puspita tetap menunjukkan kemampuannya dengan memperoleh nilai Ujian Nasional tertinggi di kelas," papar Danny.

Ketika SMA, Puspita berkesempatan bersekolah di salah satu SMAN favorit di Bandung, yakni SMAN 4. Puspita juga sudah beradaptasi dan nyaman dengan lingkungan serta pergaulan teman sekelasnya. Namun pada Februari 2016 kesehatan Puspita terganggu, ia mengalami sakit atau infeksi pada matanya yang mengganggu proses belajarnya, sehingga sekitar dua pekan, ia izin sakit.

Bermaksud meminta tugas pengganti kepada guru Bahasa Indonesia, tetapi usaha Puspita tidak di tanggapi dengan baik, oleh guru tersebut dan Puspita pun tidak diberikan tugas pengganti. Puspita juga sempat usaha dengan menanyakan dan mengerjakan tugas-tugas kepada temannya, namun tugas tersebut tidak diterima.

Guru Bahasa Indonesia tersebut tidak mau menerima tugas Puspita karena merasa mata pelajarannya tidak dihargai. Tidak hanya itu, Puspita juga diperlakukan kurang baik dengan mendapat nilai nol di rapor yang diberikan oleh guru Matematikanya. Maka dari seluruh mata pelajaran yang ada, Bahasa Indonesia dan Matematika adalah nilai yang tidak mencapai kualifikasi di rapor.

"Kami juga sempat berkonsultasi dengan guru konseling sekolahnya, tapi sepertinya ada faktor senioritas guru, maka guru konselingnya kalah," jelas Danny.

Danny juga menyampaikan, kasus ini menyebabkan Puspita tertekan sehingga ia sempat berkonsultasi dengan psikolog. Sekarang dia sudah bersekolah di salah satu SMA swasta di Bandung dan mengulang pelajaran kembali menjadi murid kelas X. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang