• News

  • Pendidikan

Sidrap Lakukan Langkah Inovatif Tumbuhkan Minat Baca

Membaca (swecablogspot.com)
Membaca (swecablogspot.com)

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), melalui dinas pendidikan, gencar menjalankan program budaya baca. Untuk menjadikan Sidrap sebagai Kota Baca, berbagai langkah inovatif dilakukan. Selain Gerakan 15 Menit Membaca Sebelum Belajar, Sidrap juga menciptakan Motor Gerobak Perpustakaan Keliling (MGPK), membangun infrastruktur taman dan sudut baca di lingkungan sekolah, mengadakan kompetisi literasi buku dan publikasi hasil karya tulis masyarakat.

“Di Sidrap ada tujuh motor yang dikerahkan sebagai motor baca. Motor tersebut digunakan untuk menjangkau daerah-daerah pelosok dan sulit dijangkau yang dilakukan oleh Komandan Distrik Militer (Dandim). Selain itu, sebanyak 500 mobil kepala sekolah juga di-branding dengan membaca 15 menit dan sosialisasi juga dilakukan dengan media sosial melalui iklan membaca 15 menit,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap, Sulsel, Nur Kana’ah, Rabu (12/10/2016).

Menurutnya, Gerakan Membaca 15 Menit Sebelum Belajar merupakan perwujudan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Salah satu instruksi dalam Permendikbud itu adalah untuk mendorong minat baca.

Nur juga bercerita, awalnya dia membaca artikel Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, yang mengatakan minat baca berkurang dan kemudian dilakukan sosialisasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai gerakan membaca 15 menit pada 28 Oktober 2015.

Pada sosialisasi tersebut, sebanyak 1.500 siswa menulis karangan mengenai tema yang ditentukan yakni literasi buku dan saat itu merupakan pengenalan Kabupaten Sidrap dengan program membaca 15 menit.

Tidak hanya di sekolah-sekolah, saat ini juga terdapat Warkop Taman Baca di Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap, tempat bagi rekan-rekan guru yang menunggu, sehingga dapat mengisi waktu dengan membaca.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang