• News

  • Pendidikan

Puluhan Guru Besar Jerman akan Mengajar di UIN

Konferensi pers kerjasama Kemenag dan SES untuk datangkan guru besar Jerman mengajar ke UIN.
Konferensi pers kerjasama Kemenag dan SES untuk datangkan guru besar Jerman mengajar ke UIN.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Agama bekerjasama dengan lembaga Senior Experten Service (SES)  mendatangkan guru besar dari Jerman yang akan disebar ke 11 Universitas Islam Negeri (UIN) yang ada di Indonesia.

"Dalam rangka internasionalisasi pendidikan tinggi Islam, kita bekerjasama dengan SES dari Jerman sebagai tindak lanjut dari MoU (nota kesepahaman) tahun lalu," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kamaruddin Amin, Kamis (24/11/2016).

Pada tahun akademik 2016 ini, telah didatangkan sebanyak 13 guru besar Jerman yang disebar ke enam UIN, yakni UIN Allaudin Makassar, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Ar-Raniri Aceh, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN Walisongo Semarang.

Kamaruddin juga berkomitmen untuk mengundang lagi sebanyak 66 guru besar yang berlatar belakang lintas disiplin ilmu untuk memperkuat basis akademik, riset dan pengabdian masyarakat di UIN, sehingga setiap satu UIN akan mendapatkan masing-masing enam guru besar dari Jerman yang akan memberikan masukan sesuai keahliannya masing-masing.

Adapun tujuan utama kerjasama ini adalah meningkatkan daya saing UIN di level internasional, meliputi peningkatan kualitas kurikulum, peningkatan kapistas dosen melalui work shop dan training, advisor untuk pengembangan riset serta penulisan karya ilmiah untuk publikasi internasional.

Sebagaimana tertera pada Memorandum of Understanding (MoU), kerjasama ini akan berlaku selama lima tahun, sejak 2015-2020 mendatang dan pembiayaan akan ditanggung Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Kementerian Luar Negeri Jerman.

"Jadi setiap UIN mendefinisikan kebutuhan di kampusnya, kemudian mengisi formulir dan akan dikirmkan guru besar sesuai kebutuhan. Ada yang dihadirkan tiga minggu, satu bulan, tergantung kebutuhan kita dan ketersediaan waktu guru besar sehingga tidak saklek," jelas Kamaruddin.

Pada kesempatan konferensi pers turut hadir pula salah satu Guru Besar Pakan Ternak dari Ilmu Hewan Albrech Mennerich.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang