• News

  • Pendidikan

Kemenag Percepat Realisasi UIN Jadi Universitas Kelas Dunia

Konferensi pers kerjasama Kemenag dan SES untuk datangkan Guru Besar Jerman mengajar ke UIN.
Konferensi pers kerjasama Kemenag dan SES untuk datangkan Guru Besar Jerman mengajar ke UIN.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengatakan, upaya mendatangkan puluhan Guru Besar Jerman untuk mengajar di 11 Universitas Islam Negeri ( UIN) agar mempercepat realisasi UIN menjadi universitas kelas dunia (world class university).

"Bagi kami world class university itu bukan bagaimana proses belajar belajarnya, melainkan bagaimana mutu kualitas standar internasional," ujar Kamaruddin saat melakukan konferensi pers di Kementerian Agama, Kamis (24/11/2016).

Untuk diketahui, Kementerian Agama bekerjasama dengan lembaga Senior Experten Service (SES) dari Jerman untuk mendatangkan puluhan Guru Besar Jerman yang akan disebar ke 11 UIN yang tersebar di Indonesia sesuai kebutuhan setiap universitas.

Kerjasama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kultur akademik dan budaya mutu dengan perguruan tinggi kelas dunia. Dosen, mahasiswa dan civitas akademika UIN akan berinteraksi dengan Guru Besar Jerman di berbagai bidang baik riset, pengembangan mutu akademik, social humaniora dan pengembangan masyarakat.

Pada tahun akademik 2016 ini telah didatangkan 13 Guru Besar dari Jerman yang memiliki latar belakang disiplin keilmuan yang beragam, selaras dengan visi integrasi keilmuan di tubuh UIN seperti psikologi, sains teknologi, metode pengajaran Bahasa Inggris, pengembangan materi pengajaran teknik kontruksi baja, energi terbarukan, linguistik, bangunan tahan gempa, material sains komposit, pakan ternak, manajemen mutu perguruan tinggi dan lain-lain yang disesuaikan dengan kebutuhan dari enam UIN yang ada di Indonesia.

Selanjutnya akan didatangkan kembali 66 guru besar dari Jerman untuk disebarkan di 11 UIN yang ada di indonesia.

"2017 nanti fokus kami bukan pada ahli Islam melainkan pakar bidang masing-masing. Tetapi tidak menutup kemungkinan adalnya Ilmu Sosial Keislaman, tergantung permintaan kita," jelas Kamaruddin.

Berdasarkan hasil evaluasi antara Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan SES, keberadaan para guru besar tersebut telah memberikan dampak positif dan signifikan bagi budaya akademik, mengenal hasil riset kelas dunia yang dibutuhkan UIN.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?