• News

  • Pendidikan

Hujan Lebat, SMK Tanjungsari Gunung Kidul Terendam Banjir

Hujan lebat menyebabkan SMK Tanjungsari Gunung Kidul kebanjiran (Blog ACT)
Hujan lebat menyebabkan SMK Tanjungsari Gunung Kidul kebanjiran (Blog ACT)

GUNUNG KIDUL, NETRALNEWS.COM - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis hingga Jumat pagi, menyebabkan ruas jalan menuju jalur utama wisata menuju ke pantai selatan ditutup dan SMK Negeri 1 Tanjungsari terendam banjir.

Kepala Sekolah SMK 1 Tanjungsari Sudiarto di Gunung Kidul, Jumat (2/12/2016), mengatakan aset berharga sudah divakuasi sebelum air naik satu meter, pada Kamis petang sehingga aset berharga sekolah bisa diselamatkan.

"Seluruh aset eletronik sudah dievakuasi pada Kamis (1/12/2016) sore. Saat itu air masih semata kaki," kata Sudiarto.

Ia mengatakan sebanyak 227 siswa terpaksa diliburkan, meski saat ini memasuki Ujian Akhir Semester (UAS). Sekolah menunggu kondisi sekolah surut. Ia memperkirakan genangan air akan bertahan selama 2 sampai 3 hari mendatang.

"Mungkin sekitar 2 hari paling lama 3 hari, itu kalau tidak kembali hujan deras," katanya.

Diakuinya, sekitar lokasi ada luweng yang biasa untuk membuang air. Namun karena tingginya debit air tidak bisa menampung air. "Semoga air cepat surut," katanya.

Sudiarto mengatakan selama 2016 sudah terjadi dua kali banjir di SMK dengan jurusan pelayaran ini. Pertama pada 18 Juni 2016 dan 1 Desember 2016. Bahkan, pagar di belakang sekolah yang runtuh saat banjir Juni lalu belum sempat diperbaiki hingga saat ini.

"Dalam setahun sudah dua kali. Kami ingin pemerintah daerah untuk memindahkan lokasi ke lapangan sebelah yang masih kering, atau dibuat dua lantai," katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Kidul Bahron Rosyid mengatakan pihaknya sebenarnya sudah mengupayakan untuk mencegah banjir mulai menaikkan pondasi, tanggul dan memperluas jalur air. "Kami sudah upayakan untuk mencegah banjir, tetapi tetap banjir," katanya.

Ia mengatakan tahun depan kewenangan SMK tanggung jawab provinsi, sehingga jika akan direlokasi atau tidak menjadi kewenangan Disdik DIY.

"Bisa saja dilakukan relokasi tergantung kajian dari pihak berkompeten," katanya.

Selain itu, akibat air luapan dari SMK Negeri 1 Tanjungsari sempat menutup jalur utama menuju pantai.

Kapolsek Tanjungsari AKP Basuki mengatakan jika pengendara yang akan menuju pantai selatan bisa melalui jalur Tepus atau dari pintu timur. Selain itu, bisa melalui Jalur jalan lintas selatan (JJLS). "Kalau sudah masuk jalan Baron bisa memutar melalui jalur desa," kata dia.

Menurut dia, jalan yang berada di sekitar SMK Tanjungsari, terendam air berbahaya jika pengendara nekat melintas. Jalan yang terendam air sekitar 100 meter.

Editor : Lince Eppang
Sumber : Antara