• News

  • Pendidikan

Pelajar Indonesia di Turki Diminta Tidak Terpengaruh ISIS

Sekjen Kemenag Nur Syam (Kemenag.go.id)
Sekjen Kemenag Nur Syam (Kemenag.go.id)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam mengingatkan para pelajar Indonesia yang belajar di Pesantren Sulaimaniyah, Istambul, untuk fokus belajar dan tidak tertarik dengan berbagai isme atau pandangan keagamaan yang berbeda dengan pelajaran di Indonesia.

Hal ini dikatakan Nur Syam saat mengunjungi para santri Indonesia yang belajar di Pesantren Sulaimaniyah, Istambul, akhir pekan lalu. Menurut Nur Syam, posisi Turki berdekatan dengan wilayah kelompok Islamic State of Iraq and Syria ( ISIS).

"Jangan sampai tertarik dengan pikiran atau gagasan yang mengatasnamakan Islam yang keras, paham radikal atau ekstrim. Pertahankan paham Islam ananda sesuai dengan paham Islam yang rahmatan lil alamin. Pilih yang moderat karena sesuai dengan paham dan pengamalan Islam di Turki dan juga di Indonesia,"  terang Nur Syam seperti dikutip dari laman Kemenag, Sabtu (3/12/2016).

Mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini meminta para santri fokus dalam tugas belajar, terutama dalam menimba ilmu pengetahuan keislaman di Turki. Menurutnya, para santri sangat beruntung bisa belajar agama di pusat pendidikan agama di dunia.

"Turki dikenal sebagai pusat peradaban Islam yang luar biasa. Turki pernah menjadi Daulat Islamiyah dengan kemajuan peradaban yang sangat masyhur," pesan Nur Syam

Nur Syam juga mengingatkan keberadaan para santri sebagai duta bangsa. Mereka adalah orang yang terpilih untuk mewakili Indonesia belajar di Turki. Sebab, jutaan anak Indonesia hanya memperoleh pendidikan di negerinya sendiri.

"Tunjukkan bahwa anak-anak Indonesia itu pintar, cerdas, dan dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Ananda adalah duta bangsa yang akan memperkenalkan inilah Anak Indonesia yang cerdas, sopan dan Islami," harapnya.

Selain bertemu dengan para santri Pesantren Sulaimaniyah, selama di Turki Sekjen Nur Syam juga mengadakan pertemuan dengan civitas akademika Marmara University untuk mengevaluasi penandatangan MoU antara PTKIN dengan Fakultas Ilahiyyat pada Marmara University.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang