• News

  • Pendidikan

Peningkatan Mutu Sekolah, Pelajar Madrasah Ciptakan Inovasi

Madrasah (kemenag.go.id)
Madrasah (kemenag.go.id)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Agama menggelar Konferensi Praktik Terbaik Program Kerja Sama Peningkatan Mutu Madrasah. Inovasi yang dihasilkan pelajar di madrasah diantaranya pengaruh penutupan tanah dengan tumbuhan terhadap volume air.

Demonstrasi percobaan pembelajaran IPA terkait pengaruh penutupan tanah dengan tumbuhan terhadap volume air yang dikeluarkan oleh tiga siswa MTs Al-Mukhtariyah Bandung Barat.

"Bencana banjir yang sering terjadi di Bandung Barat membuat kami tertarik melakukan percobaan ini. Hipotesis kami adalah tanah yang ditumbuhi tanaman dapat menyerap air dan mencegah terjadinya erosi tanah," kata salah seorang siswa dalam presentasinya Zulfikar Eka, seperti dikutip dari laman Kemenag, Senin (5/12/2016).

MTs Al-Mukhtariyah merupakan salah satu madrasah mitra program USAID PRIORITAS, hasil kerja sama Direktorat Pendidikan Madrasah dengan USAID. Selain USAID PRIORITAS, kerjasama dalam rangka peningkatan mutu pendidikan madrasah ini juga berbentuk program Kemitraan Pendidikan Australia-Indonesia (DFAT), Lesson Study (JICA), Peace Corps, dan English Teaching Assistanship (AMINEF).

Dalam USAID PRIORITAS, para guru, kepala madrasah, dan komite madrasah dilatih dan didampingi dalam menerapkan pembelajaran aktif yang mendorong siswa belajar menggunakan kemampun berpikir tingkat tinggi, mengembangkan budaya baca, dan manajemen berbasis sekolah.

"Dampaknya, madrasah kami sekarang menjadi madrasah favorit. Tahun 2016 jumlah siswa kami sudah mencapai lebih dari 1500 siswa. Pada lomba Biologi dan Fisika tahun 2015 di tingkat kabupaten, kami juga berhasil meraih juara pertama. Bahkan pada lomba IPA SMP dan MTs di tingkat provinsi tahun 2014, kami berhasil meraih juara pertama," kata Wakil Kepala MTs Al-Muktariyah Ruba Nurzaman yang mendampingi para siswanya pada acara tersebut.

Inovasi lain, yakni pengembangan praktik lesson study melalui pemberdayaan KKM. Meski sudah tidak mendapatkan bantuan dari program JICA, program lesson study kelompok kerja madrasah tetap berjalan.

Sedangkan inovasi ketiga adalah praktik implementasi program Aflatoen yang dipresentasikan Aflatoen Indonesia. Program ini konsen soal pendidikan sosial dan finansial. Saat ini, ketika sudah tidak mendapatkan proyek dan dukungan APBN, modul-modul Aflatoen terus dikembangkan di madrasah.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, praktik terbaik ini sengaja dipresentasikan agar para pemangku kepentingan madrasah dapat memahami dan mendiseminasikan secara massif di daerah masing-masing, baik menggunakan skema pembiayaan APBN atau lainnya.

"Saya berharap praktik yang baik dari program kerjasama peningkatan mutu madrasah yang difasilitasi oleh berbagai lembaga donor dapat terus kita rawat dan diseminasi kepada madrasah-madrasah lainnya. Bahkan dalam waktu dekat Ditjen Pendidikan Islam akan menjalin kerjasama dengan Finlandia dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Islam," tegas Kamaruddin Amin.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?