• News

  • Pendidikan

Ini Rekomendasi FSGI Jika UN di Moratorium

Sekretaris Jenderal FSGI Retno Listyarti menegaskan perlunya moratorium UN (Martina Rosa)
Sekretaris Jenderal FSGI Retno Listyarti menegaskan perlunya moratorium UN (Martina Rosa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menegaskan, mendukung moratorium Ujian Nasional (UN). Karena itu, mereka merekomendasikan agar pemerintah segera menerbitkan keputusan moratorium UN dan penyelenggaraan UN sebaiknya dilakukan secara berkala setiap tiga atau lima tahun sekali, sehingga sekolah fokus pada pemetaan mutu.

"Sebaiknya nanti ujian dilakukan secara berkala, setiap tiga atau lima tahun sekali. Sekolahnya juga dipilih oleh pemerintah, perwakilan setiap daerahnya dan tidak harus dilakukan oleh peserta didik di kelas akhir bisa ketika dia masih di kelas 4 SD misalnya," ujar Sekretaris Jenderal FSGI Retno Listyarti, Senin (12/12/2016).

Selain itu, mengenai dana penyelenggaraan UN yang dikeluarkan pemerintah sebesar Rp500 miliar, sebaiknya dialokasikan kepada pembiayaan pencapaian standar kompetensi pendidik dan pemenuhan standar sarana dan prasarana pendidikan, terutama pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru.

Menurut Retno, dengan rekomendasi tersebut dapat membentuk karakter serta mutu peserta didik yang dapat bersaing di masa depan. Kemudian yang menjadi pekerjaan rumah selanjutnya adalah membentuk pengajar atau guru yang berkualitas yang dapat mendidik sesuai dengan harapan.

"Belum semua guru mampu. Itulah tugasnya pemerintah. Memang butuh waktu yang lama, tapi dalam tiga tahun saya yakin ini bisa berjalan, jika ditangani benar-benar lho, tetapi memang bertahap," jelas Retno.

FSGI juga menyampaikan alternatif evaluasi pendidikan sesudah moratorium yang bisa dipilih, yakni pemerintah perlu mengutamakan evaluasi yang formatif daripada sumatif yang dilakukan guru dan sekolah.

Alternatif standar evaluasi nasional juga dapat dilakukan dengan model evaluasi ke daerah. Selain itu, kebijakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan jalur undangan untuk masuk ke perguruan tinggi perlu dihapuskan dan menggunakan ujian tertulis agar adil.

FSGI juga mengusulkan jika seleksi masuk sekolah diserahkan kepada sekolah masing-masing dan pemerintah diminta untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas guru untuk dibekali dengan berbagai macam metode penilaian pembelajaran otentik.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang