• News

  • Pendidikan

Penyerangan Siswa di SDN 1 Sabu Barat, Mendikbud: Ini Pelecehan Terhadap Pendidikan!

Penyerangan siswa SD dengan menggunakan pisau (public domain pictures)
Penyerangan siswa SD dengan menggunakan pisau (public domain pictures)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapan keprihatinan atas insiden penyerangan terhadap beberapa siswa yang terjadi di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/12/2016). Disampaikannya bahwa sekolah sebagai rumah kedua harus bebas dari praktik-praktik kekerasan.

"Kekerasan dalam bentuk apapun tidak bisa ditoleransi, apalagi kalau dilakukan di sekolah. Ini pelecehan terhadap pendidikan. Saya minta agar masyarakat menghindarkan tindak kekerasan di sekolah," disampaikan Mendikbud di kantor Kemendikbud di kawasan Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari laman Kemendikbud.

Kendati demkian, Mendikbud juga menyampaikan agar masyarakat menghindarkan diri dari tindakan main hakim sendiri. Ia meminta agar masyarakat memercayakan penanganan kasus kepada penegak hukum.

Apresiasi disampaikan Mendikbud kepada pihak keamanan dan tenaga medis yang memberikan pertolongan terhadap para siswa yang menjadi korban. Ia juga menitipkan pesan agar pihak sekolah bekerjasama dengan tenaga medis dapat membantu pemulihan kondisi kejiwaan dari para siswa yang mengalami trauma akibat insiden tersebut.

"Saya juga minta agar pemulihan korban dilakukan sebaik mungkin, jangan sampai menjadi trauma," ujar Mendikbud.

Sebagaimana laporan yang diterima Mendikbud bahwa pada sekitar pukul 08.47 WITA seorang pemuda memasuki ruang kelas V di SDN 1 Sabu Barat, Sabu Raijua, NTT kemudian melakukan penyerangan dan penyanderaan menggunakan senjata tajam pada siswa yang sedang belajar.

Delapan murid kelas V dan kelas VI SD Negeri Sabu Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilarikan ke rumah sakit dan sedang menjalani perawatan instensif di Rumah Sakit Panie, karena mengalami luka serius pada bagian leher, akibat diserah oleh sekelompok orang tidak dikenal yang menyerang mereka secara membabi buta pada jam belajar sekitar pukul 08.00 WITA.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang