• News

  • Pendidikan

Bersaing Menuju Negeri Kincir Angin

Elly, Dhiya, Tobias, Faris, Mervin Bakker, Sandra Syahrul (kiri-Kanan)
Elly, Dhiya, Tobias, Faris, Mervin Bakker, Sandra Syahrul (kiri-Kanan)

JAKARTA, NETRALNEWS.COMNuffic Neso Indonesia mengumumkan pemenang Youth Writing Competition (YWC) yakni kompetisi penulisan esai dalam Bahasa Inggris dengan tema seputar pendidikan dan negara Belanda yang dikemas secara berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni dalam bentuk tulisan langsung dan dalam Bahasa Inggris.

Keluar sebagai pemenang pertama yakni Tobias Thariq Hartmann yang merupakan perwakilan dari Sekolah HighScope Indonesia. Tobias juga sempat menceritakan mengenai hasil tulisan yang ia buat seputar melakukan pendidikan ke luar negeri.

"Dengan kita belajar ke luar negeri, kita bisa mengerti masalah dari perspektif masing-masing orang dari beda negara, sehingga memperoleh solusi dari pandangan tersebut,” jelas Tobias setelah pengumuman pemenang kompetisi diumumkan, Jumat (16/12/2016).

Selain Tobias, dua orang lain yang keluar sebagai juara yakni Dhiya Nadira, perwakilan SMAN 8 Jakarta sebagai juara kedua dan Faris Abdurrachman, perwakilan SMAN 3 Bandung sebagai juara ketiga.

Direktur Nuffic Neso Indonesia Mervin Bakker juga mengatakan, jika tujuan dari kompetisi ini adalah upaya untuk memicu para pelajar memiliki keinginan melanjutkan pendidikan di luar negeri seperti Belanda.

“Dengan keluar negeri, mereka dapat ke luar dari zona aman dan bisa beralih ke tempat baru. Dengan ke luar negeri mereka juga dapat belajar untuk mampu mengembangkan diri, melihat berbagai perspektif dari berbagai  negara dengan perbedaan agama dan perbedaan latar belakang sosial sehingga dapat meningkatkan kapasitas diri mereka,” jelas Mervin Bakker.

Tobias, Dhiya dan Fariz juga sebelumnya telah mengikuti kompetisi yang berlangsung selama 60 menit untuk menulis esai dengan ketentuan maksimal 350 kata, yang diselenggarakan di dua kota yaitu di Hotel Aryaduta Bandung pada 31 Oktober 2016 dan di Erasmus Huis Jakarta pada 4 November 2016. Dari jumlah peserta terbatas yakni 100 peserta yang berasal dari Bandung dan Jakarta, mereka akhirnya masuk ke dalam 30 besar dan berhasil meraih juara.

Proses seleksi tulisan YWC dilakukan oleh 3 juri utama yang merupakan perwakilan dari Kedutaan Kerajaan Belanda Sarah Spronk, Jakarta Post Elly Faizal dan Nuffic Neso Indonesia Arief Maulana dengan kriteria penilaian yang dicermati mulai dari kesempurnaan penggunaan Bahasa Inggris dalam tulisan, kesesuaian isi tulisan dengan tema, dan kreativitas ide.

“Ketiga pemenang dipilih karena mereka memiliki kemampuan untuk membangun ide, membangun tuisan berdasarkan topik yang diajukan secara komprehensif, fokus dan terstrukutur,” ujar salah satu juri Elly Faizal.

Elly juga menambahkan, jika ketiga pemenang mampu menulis secara koheren, logis dan memiliki kemampuan baik dalam menulis menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, Elly menilai jika hasil tulisan ketiga pemenang memiliki ide orisinal yang didukung pula dengan data serta info yang memadai, sehingga mampu menopang gagasan dan ide utama, “itu, alasan mengapa kami memutuskan sebagai pemenang,” tukas Elly.

Pada pengumuman tersebut Tobias berhak mendapatkan sebuah tiket perjalanan pulang pergi ke Belanda yang diberikan oleh maskapai KLM Royal Dutch Airlines, beserta uang tunai sebesar EUR 500. Sedangkan pemenang kedua mendapatkan sebuah ponsel pintar dan pemenang ketiga memperoleh tablet.

YWC sendiri merupakan kompetisi penulisan esai dalam Bahasa Inggis yang bertemakan pendidikan dan negara Belanda sebagai sarana mengajak para pelajar dapat mencurhakan ide, pencapaian studi maupun menjelajahi keunikan negara Belanda dalam sebuah tulisan singkat dan menarik.

Hal ini bertujuan untuk memacu dan membiasakan menulis dalam Bahasa Inggris yang penting untuk melewati hambatan terbesar bagi masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studi di Belanda yaitu kemampuan Bahasa Inggris yang kurang memadai.

“Memiliki kemampuan Bahasa Inggris merupakan suatu keuntungan besar terutama dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupaun lembaga luar negeri. Sumber Daya Manusia (SDM) saat ini harus mampu berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan dalam Bahasa Inggris sehingga terbiasa,” ujar Elly.

Elly juga berpesan kepada para pelajar di seluruh Indonesia untuk mau belajar Bahasa Inggris dengan hal sederhana yakni membaca buku Bahasa Inggris baik fiksi maupun non fiksi, menonton film bahkan mendengar musik, sehingga mampu mendorong selain dapat  berbahasa Inggris juga mampu berpikir kreatif.

“Untuk memiliki kemampuan Bahasa Inggris ada banyak cara. Yang terpenting dengan menemukan media yang tepat dan sesuai dengan diri kita,” tutup Elly.

Nuffic Neso Indonesia sendiri merupakan organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan didanai oleh pemerintah Belanda untuk menangani berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan tinggi Belanda. Neso Indonesia adalah perwakilan Nuffic, organisasi Belanda yang menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi.

Neso Indonesia menyediakan informasi serta memberikan konsultasi secara cuma-cuma mengenai lebih dari 2.100 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris. Neso Indonesia juga memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda. Bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, setiap tahun Neso Indonesia menawarkan program beasiswa bagi sekitar 300 warga negara Indonesia dalam bentuk program master dan pelatihan.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang