• News

  • Pendidikan

PGI Surati Mendikbud Terkait Diskriminasi di Lembaga Pendidikan

Logo PGI (PGI)
Logo PGI (PGI)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia ( PGI) melayangkan surat ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mempertanyakan adanya diskriminasi di dunia pendidikan.

Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum PGI Pdt Henriette Hutabarat-Lebang dan Sekretaris Umum PGI Pdt Gomar Gultom, tertanggal 7 Desember 2016 itu, mengangkat dua kasus yang terjadi di Sekolah Negeri 4, Kecamatan Peranap, Indragiri Hulu, Pekanbaru, Riau dan di SMPN 1 Peranap Napal Riau. Demikian dikutip dari laman PGI, Minggu (18/12/2016).

“Kami kuatir, bila hal-hal seperti ini tetap dibiarkan maka dapat menjadi preseden buruk dan kemungkinan terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia,” papar Pdt Henriette.

Dijelaskan PGI, Kepala Sekolah Negeri 4, Peranap, Indragiri Hulu, Pekanbaru, Riau, melarang siswa beragama Kristen membacakan UUD 1945 arena dianggap janggal bila harus menyebut Allah, seperti yang tertulis dalam UUD 1945 alinea ketiga.

Kasus kedua di SMPN 1, Peranap Napal, Riau dimana para siswi beragama Kristen dipaksa untuk mengenakan jilbab dan berdoa menurut keyakinan agama tertentu sebelum memasuki kelas.

"Menyikapi kedua kasus tersebut, Majelis Pekerja Harian-Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH- PGI) melayangkan surat protes keras dan memohon perhatian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP," papar keterangan resmi PGI.

PGI meminta agar Mendikbud menegur Kepala Sekolah Negeri, yang memaksakan kebijakan diskriminatif terhadap peserta didik karena dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Editor : Lince Eppang