• News

  • Pendidikan

Mahasiswi yang Ciptakan Alat Ubah Air Laut Jadi Sumber Listrik, Gagal ke Jepang

Air laut diubah jadi sumber listrik (kicknews)
Air laut diubah jadi sumber listrik (kicknews)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sinta Alvianti, mahasiswi Universitas Lampung mengklarifikasi keikutsertaannya dalam konferensi internasional di Jepang. Sinta memastikan ia tidak berangkat ke Jepang untuk mempresentasikan hasil karya tentang alat yang mampu menghasilkan listrik dari air laut.

Hal itu disebabkan, ada syarat yang tidak terpenuhi dalam penulisan karya ilmiah yang diajukan ke panitia. Hasil karya yang sedang di ajukan terdapat kesalahan dari tim dengan anggota Toni Chanigia dan Arina Umu Kamila

"Dimana hasil karya yang diajukan mengambil hasil penelitian dari saudara Jovizal Aristian (Mahasiswa Fisika Universitas Lampung) yang tidak disebutkan namanya. Karya yang dibuat dan diajukan terjadi kesalahan, karena tidak mencantumkan nama Jovizal Aristian yang telah di ambil datanya” papar Sinta dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (30/1/2017).

Melihat hasil karya tersebut, maka Sinta Alvianti dan tim sudah dipastikan tidak berangkat karena tidak memenuhi persyaratan dari panitia dan melanggar aturan dalam kepenulisan.

"Kemudian kesalahan atas paper yang tidak mencantumkan nama data yang diambil dari saudara Jovizal Aristian, penulis mengungkapkan mohon maaf yang sebesarnya. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi penulis serta kepada pihak-pihak yang sudah dirugikan kami mohon maaf,” ungkap sinta.

Sebelumnya diberitakan, Sinta Alvianti, mahasiswa Universitas Lampung, akan diundang mengikuti konferensi internasional di Jepang atas keberhasilan karya ilmiahnya yang mengubah atau memproses air laut menjadi sumber listrik.

Sinta yang berasal dari Kabupaten Lampung Tengah, bersama dua mahasiswa lainnya, yakni Toni Chanigia dan Arina Umu Kamili akan mengikuti Konferensi Hokkaido-Indonesian Student Association Scientific (HISAS) di Universitas Hokkaido Jepang, Maret mendatang.


Editor : Lince Eppang