• News

  • Pendidikan

Kemenag Berdayakan PAI di Sekolah Indonesia Luar Negeri

Guru Agama (Bandung Expres Online)
Guru Agama (Bandung Expres Online)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan mulai memberdayakan program Pendidikan Agamaa Islam (PAI) di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Menurut Doktor Penelitian dan Evaluasi Pendidikan jebolan UNJ Jakarta, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Islam,  da 14 SILN di Luar Negeri.

"Kita akan melakukan pembinaan terhadap guru-guru Agama Islam di SILN dan di tingkatkan kompetensinya baik secara isi kurikulum PAI maupun metodologinya," ujar Imam, seperti dilansir dari laman Kementerian Agama, Selasa (31/1/2017).

Menurut Imam, program ini cukup mendasar, tidak hanya karena amanat Undang-undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional bahwa setiap siswa mendapatkan pendidikan agama sesuai agama yang dianutnya dan diajar oleh pendidik yang seagama. Lebih dari itu, mereka yang belajar di SILN juga generasi bangsa yang harus diajarkan wawasan keagamaan dan kebangsaan yang baik pula.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Direktorat PAI Kemenag juga akan kembali menyelenggarakan Program Bulan Bakti PAI. Kegiatan yang dilaksanakan bergilir di daerah dari sekolah ke sekolah ini dirancang untuk mendiseminasikan beragam kegiatan PAI, baik di bidang penguatan akademik keagamaan, religiusitas, maupun dedikasi para guru PAI.

Untuk meningkatkan kompetensi guru, Kemenag akan bekerjasama dengan Finlandia untuk menciptakan Guru Master PAI. Menurut Imam, tahun ini setidaknya ada 10 orang yang akan diberangkatkan ke Finlandia untuk menimba ilmu perguruan tinggi di sana.

"Alumni program ini akan menjadi guru master untuk mendidik dan mengembangkan guru-guru di Tanah Air," lanjut Imam.

Selain di Finlandia, Program Penguatan Kompetensi Guru PAI juga dilakukan di dalam negeri. Dikatakan Imam, ada tiga fokus penguatan pada tahun ini, yaitu reformasi mental, pendidikan anti korupsi, dan Islam Rahmatan Lilalamin. Para guru PAI dan siswa akan diberi bimbingan teknis agar mempunyai semangat dan mental perubahan, disiplin, unggul dan kompetitif. Mereka juga akan diberi pendidikan anti korupsi.

Imam Safei yakin, guru PAI mempunyai peran strategis yang perlu dioptimalkan untuk mengejawantahkan Islam rahmatan lil alamain di Indonesia.

Selain itu, Direktorat PAI juga tahun ini akan mengirim Guru PAI sebanyak 40 orang ke wilayah perbatasan negara (terdepan dan terluar) serta kawasan tertinggal yang terdiri dari para pendidik yang berlatar belakang Resimen Mahasiswa (Menwa) dan Gerakan Pramuka saat menempuh studi S1.

"Para guru yang berlatar belakang Menwa dan Pramuka dipandang mempunyai bekal wawasan kebangsaan yang cukup untuk mengajar, di samping tentu saja kompetensi keguruan dan ilmu pendidikan," kata Imam.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang