• News

  • Pendidikan

Mengaku di PHK Sepihak, Perwakilan Guru Al-Zaytun Mengadu ke Menaker

Sekjen FSGI, Retno Listyarti mendampingi guru Az Zaytun (Netralnews/Martina Rosa)
Sekjen FSGI, Retno Listyarti mendampingi guru Az Zaytun (Netralnews/Martina Rosa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Enam orang guru pengurus Yayasan Az Zaytun yang mengaku mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak, berencana mengadukan nasib mereka ke Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri. Sedianya, kedatangan mereka ke kantor Menteri Hanif akan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia ( Sekjen FSGI) Retno Listyarti dan perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Dikatakan salah satu Guru MA dan Manager Pendidikan MI Mustakim, enam orang guru telah mengawali perjalanan dari Indramayu sejak pukul 06.00 WIB pada Kamis (9/3/2017) dan tiba di Kantor Kementerian Tenaga Kerja pukul 11.00 WIB. Enam guru tersebut bagian dari 116 guru di Yayasan Az Zaytun yang mengalami PHK.

"Padahal kami ini rata-rata sudah mengajar sebagai guru sejak 15 hingga 17 tahun lalu dan sesuai kontrak kerja dikatakan sebagai guru tetap," kata Dewan Guru Bidang Pendidikan Sekolah dan Sumber Daya Manusia (SDM) Suprapti saat ditemui redaksi pada Kamis (9/3/2017).

Dikatakan, Yayasan yang dipimpin oleh Panji Gumilang ini juga tidak memberikan kompensasi PHK, bahkan sebagian juga sudah memasuki usia pensiun. Mekanisme PHK yang ditempuh pun tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 151 Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Pihak Az Zaytun bergeming dengan proses-proses dialog yang telah diupayakan dan tetap pada keputusannya untuk melakukan PHK.

Menurut Sekjen FSGI, Retno Listyarti, 116 guru sudah mengadu ke Kementerian Agama yang menaungi lembaga pendidikan Islam, namun belum membuahkan hasil. Maka mereka pun memutuskan untuk ke Kementerian Tenaga Kerja.

"Sebagai yayasan yang mempekerjakan guru di lembaga pendidikan dibawah naungannya, permasalahan PHK ini masuk ke dalam dimensi ketenagakerjaan. Karena itulah, 116 Guru dengan didampingi LBH Jakarta dan FSGI akan mengadukan kasusnya ke Kementerian Tenaga Kerja," sambung Retno.

Untuk diketahui saat ini enam guru bersama Retno dan perwakilan LBH sedang menunggu waktu pertemuan dengan Menteri Tenaga Kerja yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang