• News

  • Pendidikan

Santri Disandera, FSGI Akan Lapor Ke Kemenag dan KPAI

FSGI, Retno Listyarti akan adukan kasus penyanderaan santri ke Kemenag dan KPAI. (Dok: EduNews)
FSGI, Retno Listyarti akan adukan kasus penyanderaan santri ke Kemenag dan KPAI. (Dok: EduNews)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI) Retno Listyarti mengatakan, pihaknya akan melaporkan “penyaderaan” santri, yang orang tua tak mampu melunasi tagihan sekolah, kepada pihak Kementerian Agama (Kemenag) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) secepatnya. 

“Surat pengaduan akan segera disiapkan, jika memungkinkan senin siang kami akan datangi KPAI dan juga Kemenag, agar kedua instansi tersebut segera bertindak menyelamatkan anak-anak yang disandera. FSGI juga mempertimbangkan mengadu ke Komnas HAM. Karena kami juga khawatir pada 8 Juni 2017 saat pembagiaan rapor nanti, santri yang putra putri dari para guru dan karyawan yang mengalami PHK juga akan mengalami penyaderaan”, kata Retno, dalam laporan tertulis yang redaksi terima, Minggu (28/5/2017).

Kejadian ini terjadi di YPI Al Zaytun, yaitu menyandera dua santri berinisial  IF (kelas XII di MA) dan PR (kelas IX di MTs) lantaran sang ayah belum mampu membayar tagihan sekolah putra-putrinya sebesar total Rp 43 juta. 

Saat ini, IF yang kelas XII seharusnya setelah Ujian Nasional (UN) sudah diperkenankan pulang ke rumahnya, terhitung mulai 24 April 2017, artinya sudah “disandera” selama 33 hari. Sedangkan PR yang kelas IX seharusnya pasca UN juga sudah diperkenankan pulang 14 Mei, berarti sudah “disandera” selama 13 hari.

Namun hingga, 28 Mei 2017  keduanya tidak mendapatkan hak pulang dan menjadi sandera pihak YPI Al Zaytun sampai orangtuanya bisa melunasi seluruh tagihan, padahal orangtuanya tidak memiliki kesanggupan karena di PHK Al Zaytun sendiri.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani