• News

  • Pendidikan

Kebijakan 8 Jam Sekolah, FSGI: Indonesia Tidak Hanya Jakarta

Sekjen FSGI Retno Listyarti konpers soal Ujian Nasional (Netralnews/Martina Rosa)
Sekjen FSGI Retno Listyarti konpers soal Ujian Nasional (Netralnews/Martina Rosa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melalui Sekretaris Jenderalnya Retno Listyarti, menentang kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Selain sempat menentang UN, FSGI kini menentang mengenai penerapan kebijakan delapan jam belajar, dengan lima hari sekolah di tahun ajaran 2017/2018.

FSGI menilai kebijakan tersebut hanya berangkat dari pemikiran masyarakat kota besar. Kebijakan tersebut juga dinilai tidak berorientasi pada hak-hak anak.

"Indonesia  bukan Jakarta.  Indonesia juga bukan hanya kota.  Kebijakan tersebut berangkat dari pikiran masyarakat kota besar," ujar Retno kepada netralnews.com, Senin (12/6/2017).

Retno mengatakan, kebijakan Kemendikbud tidak melihat fakta, bahwa di Indonesia masih banyak jutaan anak yang masih harus membantu orang tua sepulang sekolah. Banyak juga daerah, dengan kendaraan angkot, sebagai kendaraan menuju sekolah hanya sampai pukul 15.00 WIB.

"Banyak anak-anak juga yang tak sabar menanti saat bermain dengan teman-temannya di lingkungan rumah. Banyak anak yang orang tuanya juga tak mampu membekali makan siang," ujar Retno.

Bagi FSGI, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan dengan lamanya belajar di sekolah. Terlebih menurut penglihatan FSGI, masih banyak sekolah di Indonesia yang sarana dan prasarana nya tidak memadai dan membuat anak dapat betah di sekolah.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang