• News

  • Pendidikan

Ingin Bisa Bahasa Indonesia, Dua Mahasiswa Tanzania Dapat Beasiswa

IKIP Budi Utomo Malang terima dua mahasiswa Tanzania. (Ilustrasi:Madiunpos)
IKIP Budi Utomo Malang terima dua mahasiswa Tanzania. (Ilustrasi:Madiunpos)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dua orang pelajar Tanzania menerima beasiswa Darmasiswa 2017-2018 dan akan menempuh studi Bahasa Indonesia di IKIP Budi Utomo, Malang.

Mereka menjadi bagian dari 710 pelajar dari 95 negara yang mendapat beasiswa Darmasiswa tahun ini. Keduanya lolos seleksi usai menempuh tahapan ujian wawancara di KBRI serta penentuan hasil oleh panitia pusat.

"Bahasa Indonesia mirip dengan bahasa kami Swahili dari cara bacanya sehingga saya rasa tidak terlalu sulit untuk dipelajari" kata Abdulrahim, salah satu penerima Darmasiswa, dalam siaran persnya, Selasa (15/08/2017).

Untuk mempersiapkan keberangkatan mereka, KBRI Dar es Salaam memberikan pengarahan pada Senin (14/8). Mereka dibekali dengan informasi terkait beasiswa yang diterima, pendidikan di Indonesia, pengetahuan tentang budaya, bahasa, kebiasaan lokal serta hidup di Indonesia.

Peserta juga diberikan penjelasan mengenai persiapan menjelang keberangkatan terkait visa dan kedatangan. Selama briefing, penerima beasiswa antusias bertanya mengenai hidup dan belajar di Indonesia termasuk makanan serta kebiasaan di Indonesia.

"Kami ingin menghormati budaya lokal dan memastikan agar kami tidak melakukan hal-hal yang melanggar kebiasaan di Indonesia," kata Majiyo, peserta beasiswa Tanzania lainnya.

Setiap tahun, pemerintah Indonesia rutin menawarkan beasiswa Darmasiswa kepada Tanzania dan di tahun ini minat pelajar Tanzania untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia menunjukkan geliat.

Beasiswa Darmasiswa merupakan program beasiswa yang ditawarkan pemerintah Indonesia kepada mahasiswa asing dari berbagai negara untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.

Pemberian beasiswa Darmasiswa kepada Tanzania ini menjadi ajang promosi bahasa dan budaya Indonesia serta jembatan peningkatan hubungan bilateral kedua negara lewat "people-to-people contact".

 

Editor : Sulha Handayani