• News

  • Pendidikan

FSGI: Masih Banyak Hambatan dalam Capai Keberhasilan Kebijakan PPK

FSGI menilai masih banyuak persoalan dalam dunia pendidikan. (Ilusstrasi:FSGI)
FSGI menilai masih banyuak persoalan dalam dunia pendidikan. (Ilusstrasi:FSGI)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai, masih banyak hambatan dalam mencapai keberhasilan kebiajakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Terlebih, menurut FSGI saat ini masih banyak permasalahan pendidikan yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia.

Ada empat permasalahan pendidikan menurut FSGI berdasarkan data lapangan, yaitu: pertama, adanya kesenjangan Sarana prasarana pendidikan dan belum terpenuhinya standar nasional pendidikan di berbagai daerah; kedua, guru berkualitas belum merata di seluruh Indonesia; ketiga, pelatihan guru yang tidak terencana, tersistematis dan berkelanjutan; dan keempat, kekerasan di pendidikan yang semakin masif dan mengerikan.

Berbagai masalah ini disampaikan FSGI ketika kembali mendapatkan undangan Komisi X DPR dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Bahasan secara umum adalah tentang Permasalahan Dalam Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam kesempatan ini pihak FSGI diwakili oleh Presidium Heru Purnomo, Dewan Pengawas MM Isti Handayani, Bendahara Slamet Maryanto dan perwakilan SEGI Jakarta Fathiyatur Rohmah, Senin (5/9/2017).

“Menurut FSGI, Pemerintah lebih baik berkosentrasi memenuhi delapan standar nasional pendidikan (SNP), yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, dan standar penilaian pendidikan, ketimbang membuat kebijakan lima tanpa mempertimbangkan kesiapan di lapangan,” ujar Heru.

Lebih lanjut menurut Fathiyatur Rohmah, berdasarkan pasal 51 UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU Otonomi Daerah, seharusnya lamanya belajar di sekolah adalah urusan teknis yang menjadi kewenangan otonomi sekolah dan otonomi daerah, bukan menjadi urusan menteri apalagi presiden, terlalu jauh.

“FSGI sangat mendukung Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), namun tidak dengan konsep yang disampaikan pemerintah saat ini, yaitu dengan menambah jam belajar siswa dan lebih dititikberatkan pada kegiatan Ekstrakurikuler. Cara berpikir keliru tersebut tidak akan mengubah apapun dalam pendidikan kita,” urai Slamet Maryanto yang juga guru SMAN 109 Jakarta.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani