• News

  • Persona

Mengejar Mimpi dan Inspirasi di Dunia Mural

Mural hasil karya Bunga dan Kare hadir di Singapura.
STB
Mural hasil karya Bunga dan Kare hadir di Singapura.

JAKARTA, NNC - Dunia mural saat ini bukan hanya milik laki-laki. Dua perempuan muda Indonesia, Bunga Fatia dan Karina Deagusta, dipertemukan oleh impian-impian mereka meninggalkan karya tidak hanya di tanah air tapi juga di manca negara. 

Mereka berjuang melawan stigma negatif yang kerap melekat pada diri seniman mural. “Orang tua lebih suka aku beli baju daripada beli cat,” cerita Kare, begitu biasanya Karina dipanggil. Bunga yang sedikit lebih beruntung karena orang tuanya juga seniman pun terkendala kekhawatiran keluarganya. “Mereka punya syarat kalau aku bekerja di pinggir jalan, harus ada laki-laki yang menemani meskipun siang hari,” ujarnya.

Siapa Bunga? Lulusan Desain Grafis dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Gading Serpong ini jatuh cinta pada dunia mural di usia yang relatif muda. “Sekitar tahun 2005, aku mulai suka melihat mural di pinggir jalan. Lalu tahun 2009-2010 aku mulai turun ke pinggir jalan dan menggambar,” cerita perempuan kelahiran 5 Oktober 1990 ini.
Ketika Singapore Tourism Board meminta rekomendasi junior street artist untuk diikutkan program menggambar mural di Singapura, Bunga mengajukan nama Kare.

Kare, remaja kelahiran Bogor, 23 Agustus 1997 ini, mengaku terkejut dapat terpilih menjadi salah satu yang berangkat ke Singapura untuk mengerjakan sesuatu yang menjadi passionnya. Sebelumnya, mahasiswi Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta jurusan Desain Grafis ini aktif di Ladies on Wall, komunitas street artist perempuan di Indonesia yang digagas Bunga.

“Aku suka mural dari SMA,” cerita Kare yang ternyata lulusan SMK jurusan Tata Boga ini. Terus aku merasa tata boga itu ngga ada tantangannya sama sekali, sehingga mencari apa yang lebih nantangin Kare. Pas jalan-jalan ketemu mural dan penasaran siapa yang buat. Akhirnya menggambar, masih pakai cat juga. Lalu ikut komunitas dan akhirnya jadi lebih terarah karena bisa gambar bareng dan ada coaching.”

Setelah akrab dengan tembok Jakarta, nasib membawa keduanya ke Singapura pada 4-15 Agustus 2017 untuk mengerjakan proyek mural bersama Ceno2, seorang seniman mural di sana. Pengalaman luar biasa, terutama untuk Kare yang baru pertama kalinya ke luar negeri.

“Pertamanya kaget karena pertama kali ke luar negeri, lalu nervous,” cerita Kare. Namun kekagetannya segera berubah jadi kekaguman dan pengalaman tak terlupakan yang diceritakannya bersama Bunga dengan penuh tawa.

Editor : Sulha Handayani