• News

  • Persona

Tiga Anak Muda Ini Layak dapat Bintang, Cek Prestasinya

Naufal Abgsha, pelukis muda sukses di Singapura.
BW Com
Naufal Abgsha, pelukis muda sukses di Singapura.

Berita Terkait

JAKARTA, NNC - Kisah inspiratif orang-orang Indonesia yang dengan passion-nya berhasil menjejakkan kaki di mancanegara. Anak muda Indonesia banyak membanggakan di mancanegara. Inilah mereka yang terlah berhasil menorah cerita postif dan meraih mimpi mereka hingga ke mancanegara.

Inilah tiga anak muda membanggakan yang terdiri dari  berbagai bidang, mulai dari seni visual, seni pertunjukan kuliner, hospitality dan hiburan.

1. Naufal Abshar
Meski masih berusia 25 tahun, pelukis muda ini telah menuai kesuksesan di dunia seni visual dengan berbagai karya kontemporernya yang dipamerkan di Indonesia maupun di luar negeri.

Setelah lulus dari LASSALE College of the Arts, Singapura, Naufal melebarkan sayap dengan menjadi artis muda yang berpartisipasi di berbagai pameran ternama seperti di Singapura, Venice dan Lithuania. Karyanya sempat dipamerkan di Art Stage Singapore pada bulan Januari 2017 dan Art Stage Jakarta di bulan Agustus 2017.

2. Bunga Fatia & Karina Deagusta
Kedua gadis muda ini berhasil menapakkan diri di dunia yang didominasi oleh kaum pria. Mereka adalah segelintir artis mural perempuan Indonesia yang mengekspresikan dirinya melalui seni jalanan di dalam negeri, bahkan hingga ke Asia.

Keduanya tergabung dalam Ladies on Wall, komunitas artis mural perempuan, dan baru-baru ini berkolaborasi dengan street artist profesional dari Singapura, Ceno2, untuk menciptakan lukisan mural di daerah Kampong Glam, Singapura yang dipadukan dengan unsur Indonesia.

3. Gianti Giadi
Penari Indonesia ini mendirikan sekolah tari GIGI Art of Dance bukan hanya sekedar alasan komersial semata, namun lulusan LASSALE College of the Arts Singapura ini bertekad untuk memberikan kontribusi kepada dunia seni di Indonesia. Gianti Giadi yang dikenal dengan nama Gigi juga mendirikan GIGI Foundation yang saat ini tengah mengembangkan program dengan Ikatan Sindroma Down Indonesia untuk menggunakan tari sebagai sarana komunikasi.

Editor : Sulha Handayani