• News

  • Persona

Dirayakan di Indonesia, Ditempa di Singapura

Celebrity Chef Karen Carlotta.
STB
Celebrity Chef Karen Carlotta.

JAKARTA, NNC - Bagi Karen Carlotta, impiannya telah dimulai saat remaja, ketika dia suka membuat kue yang dijual ke kerabat dekat. Namun minat besarnya pada dunia kue harus kandas di masa kuliah, ketika dia terpaksa memilih jurusan Ekonomi di sebuah universitas. Selulus kuliah, dia sempat bekerja di sebuah bank. Suatu hari, dia mengalami tekanan pikiran yang cukup berat, yang membuatnya keluar dari bank tersebut.

Sejak itu, pada  2005, orangtuanya mulai memberi kepercayaan pada apa yang benar-benar dia suka: menjadi juru masak. Untuk mencapai cita-cita itu, dia memilih Singapura, sebuah negeri yang tak dikenalnya sama sekali. Karen memilih kuliah di Singapore Hotel and Tourism Education Center (SHATEC), dan dia mengambil jurusan yang menjadi semangatnya sejak kecil: Pastry & Baking.

Di sini dia mengaku senang. “Semua terasa seperti mudah sekali buat saya, karena memang passion saya di sana,” ujar Karen yang berhasil lulus dengan predikat Cum Laude. Semasa kuliah, dia sempat magang di Swissotel The Stamford. Selepas kuliah, Karen bekerja di One Rochester, sebuah restoran fine dining. Di Rochester namanya mulai dikenal, profilnya pernah ditulis di The Straits Times dan beberapa media.

Pada NNC, Minggu (20/5/2018), ia menyebutkan pada 2009, karena suatu alasan personal, Chef yang biasa disapa “KC” ini memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Dia kemudian diperkenalkan pada Adhika Maxi, seorang Chef muda jebolan French Culinary Institute, New York yang kini menjadi suaminya. Bersama Max, KC menjadi mastermind di balik suksesnya UNION, sebuah restoran yang dengan cepat melesat sebagai brand kenamaan.

“Sebagai brand, UNION sudah sangat kuat. Saya bersama suami dan partner bisnis kami akan terus membesarkan brand ini, membuatnya menjadi go-public,” ujar Chef yang kerap tampil di sejumlah acara televisi ini. Melalui UNION, karya pertamanya yang paling dikenal adalah kue Red Velvet, yang cepat melesat menjadi tren dan mempopulerkan nama UNION.

Setelah berhasil mencapai apa yang dicita-citakannya sejak dulu, KC mengaku tidak pernah lupa pada Singapura. “Semua pencapaian saya di hari ini sangat ditentukan oleh pengalaman saya selama berada di Singapura,” ujar ibu dari tiga putra ini. Di Singapura, dia mengaku belajar banyak. Bukan saja tentang pastry dan baking, tapi juga tentang kedisiplinan dan kemandirian.

Editor : Sulha Handayani