• News

  • Persona

Sutopo, Antara Info Bencana Alam dan Kanker yang Menyerang Dirinya

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho
NNC/Martina Rosa
Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho

JAKARTA, NNC - Di tengah riuhnya informasi tentang gempa Lombok, ada satu nama yang memberikan informasi secara akurat, jauh dari sentuhan hoaks. Dialah Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Kredibliitas informasi dari Sutopo ini tak perlu diragukan lagi kebenarannya. Karena memang menjadi tugasnya lah  menyampaikan kebenaran data dan informasi terkait setiap bencana yang melanda Bumi Pertiwi ini.

Namun, tak banyak yang tahu, di tengah semangatnya dalam menyampaikan informasi secara real time, pria lulusan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada pada 1993 ini tengah berjuang melawan penyakitnya, kanker paru-paru stadium 4B. Dokter menyebut sel kanker sudah menyebar ke tulang dan kelenjar getah bening.

Pria kelahiran Boyolali 49 tahun ini, kepada awak media di awal Januari 2018 lalu, mengakui penyakitnya tersebut. Dia harus bolak-bolik menjalani pemeriksaan. Dan, saat ini, dia sudah menjalani emapt kali kemoterapi. Awal berobat ke rumah sakit, Sutopo harus menjalani kemoterapi dan radioterapi (penyinaran-red) untuk membunuh sel kanker.

Sutopo kini rutin menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Di rumah sakit ini ada metode TACI (Trans Arterial Chemo Infusion), di mana  Kemoterapi yang dijalaninya hanya di sumber sel kanker, sehingga sel baik dalam tubuhnya tidak ikut terkena.

Banyak yang tak percaya, pria yang kelihatan bugar dan sehat ini diserang penyakit mematikan. Pasalnya, dia diketahui  memiliki pola hidup sehat yang baik, tidak merokok dan minum alkohol. Bahkan, Sutopo tidak memiliki sejarah penyakit kanker secara genetis.

Mengawali karirnya pada 1994 dengan bekerja sebagai peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Ia merampungkan pendidikan MSc dan PhD nya di Institut Pertanian Bogor di bidang hidrologi. Sejak 2010 hingga sekarang ia bekerja di BNPB.

Namanya dcukup dikenal lantaran memiliki edikasi tinggi pada pekerjaannya. Walau dalam keadaan sakit Sutopo tetap berjuang untuk selalu memberikan infomasi  bencana, salah satunya bencana gempa yang melanda pulau Lombok.

Tak heran, jika Sutopo begitu gigih. Ayahnya yang berprofesi Guru SD dan Ibunya sebagai karyawan di Kantor Pengadilan Negeri Boyolali menularkan semangat bekerja yang cukup tinggi kepadanya.

Menurutnya, setiap perjuangan yang kita lalui dengan sungguh-sungguh disertai dengan ketekunan akan melahirkan sebuah kesuksesan.

Sejak kecil, Sutopo rajin belajar demi membahagiakan orangtuanya. Sederet prestasi dia torehkan. Banyak sekali publikasi yang dihasilkan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Lulus S1 dengan predikat cum laude dan tercepat. Menjadi mahasiswa teladan di Fakultas Geografi UGM dan meraih penghargaan dalam Lomba Karya Inovatif dan Produktif Tingkat Nasional selama dua tahun berturut-turut.

Kerja keras dan ketekunannya mengantarkan karier di jenjang kepangkatan PNS sangat cepat. Pangkat dan Golongan sebagai Pembina Utama/ IVe diraihnya di usia 42 tahun. Setiap 2 tahun sekali pangkat dan golongannya naik karena prestasi yang diraih.

Saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu juga sebagai Dosen di Pascasarjana UI, IPB dan Universitas Pertahanan. Sutopo juga sering mengajar di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI.

Pada Senin (20/8/2018) Sutopo mengunggah sebuah foto di akun Twitternya @sutopo_pn. Terlihat dalam foto tersebut dirinya tengah terbaring di ranjang rumah sakit dengan infus yang terpasang.

Atas penyakit yang dia derita Sutopo memohon doa agar segera sembuh dan bisa kembali bekerja. Meskipun sakit dia tetap berjuang untuk memberikan informasi bencana di tengah perjuangan untuk tetap hidup.

Reporter : Sesmawati
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?