• News

  • Persona

Saatnya Lucia Adinda Lebu Raya Masuk Senayan Lewat Pintu DPD RI

Lucia Adinda Lebu Raya
mediantt
Lucia Adinda Lebu Raya

JAKARTA, NNC - Selama 19 tahun mendampingi suaminya dalam menjalankan sebagai Wakil Ketua DPRD, Wakil Gubernur satu periode dan Gubernur NTT selama dua periode, membuat Lucia Adinda Du'a Nurak yang akrab disapa Lucia Adinda Lebu Raya ini kian percaya diri akan mendapat amanah dari masyarakat di pemilu legislatif 17 April 2019 mendatang.

Istri dari mantan gubernur NTT ke-7, Frans Lebu Raya ini mengaku telah siap bertarung merebutkan 1 dari 4 kursi di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Senayan pada pemilu legislatif tahun depan (2019). Lusia Adinda, perempuan blasteran Maumere-Flores dan Bali ini punya alasan mendasar memilih terjun ke politik melalui lembaga DPD RI.

Karena lembaga tersebut secara independen menjadi jembatan pembangunan bagi Daerah yang diwakilinya khususnya dan Indonesia pada umumnya. Melalui DPD RI, Lucia Adinda ingin berkontribusi bagi masyarakat.

"Selama 19 tahun mendampingi suami sebagai wakil ketua DPRD provinsi, kemudian jadi Wagub dan jadi gubernur selama dua periode, selama itu pula saya keliling NTT dan mengenal dari dekat daerah dan masyarakatnya. Saya membentuk organisasi perempuan yang saya berinama SARINAH untuk mengajak perempuan NTT terlibat politik," kata Lusia Adinda menjawab pertanyaan wartawan, belum lama ini.

Perempuan kelahiran Bali, 6 Maret 1974 ini,  telah berusaha melakukan yang terbaik bagi daerah yang menjadi basis pelayanannya selama 19 tahun mendampingi sang suami baik sebagai anggota dewan mapun sebagai Kepala Daerah yakni Wakil Gubernur dan Gubernur di tanah Flobamora itu.

"Selama mendampingi suami, saya memimpin sejumlah organisasi seperti PKK, Dekranasda, PKBI dan YKI . Lembaga-lembaga tersebut sebagai tempat saya membaktikan diri untuk masyarakat dan daerah. sejauh itu juga saya berjalan keliling NTT sebagai daerah dengan karakter kepulauan memiliki tantangan tersendiri. Dengan cara itu, membuat saya semakin teguh membaktikan diri  memperjuangkan kemajuan daerah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur," jelas Lusia Adinda Lebu Raya.

"Jadi, setidaknya inilah yang mendorong saya untuk maju jadi calon DPD. Supaya saya bisa melanjutkan perjuangan demi kepentingan daerah dan masyarakat NTT.  Saya mau bersaing secara sehat dan demokratis dengan semua calon DPD yang akan bertarung di Pileg, Rabu (17/4/2019) mendatang."

Ketika disinggung soal visi,misi dan tujuan mencalonkan diri sebagai Anggota DPD RI, Lucia mengatakan, dirinya terpanggil untuk melakukan sesuatu yang bermakna bagi masyarakat di tanah kelahiran sang ayahnya, di NTT.

"Saya tidak boleh keluar dari tugas dan kewenangan DPD. Sebagai DPD tentu harus memperjuangkan kepentingan daerah. Saya mengerti daerah ini sebagai daerah kepulauan yang luas lautnya 4 kali luas daratan. Saya mengerti ada daerah yang perlu dimekarkan untuk pendekatan pelayanan dan percepatan pembangunan. Itulah, maka saya akan tetap berjuang dalam koridor aturan yang berlaku. Tapi yang paling penting adalah saya berjuang untuk konsolidasi ideologi dan konstitusi bangsa ini dengan tetap menjaga NKRI dan menghormati pluralisme.Ideologi Pancasila dan Konstitusi UUD 45," ujar jebolan  STKIP Widya Yuwana, di Madiun, Jawa Timur 1998 itu.

Bagi Lucia Adinda, hal yang terpenting untuk diperjuangkan bagi NTT adalah diperlukan Undang-Undang yang mengatur tentang daerah kepulauan. Adapun, UU tentang kelautan dan pemekaran wilayah yang bakal diperjuangkan apabila rakyat NTT mempercayainya.

Biodata Singkat

Lucia Adinda Du'a Nurak, lahir di Denpasar, 06 Maret 1974. Ayahnya bernama Kasianus Sian berasal dari Maumere, Flores, NTT dan Ibunya Margareta Laso, asal Denpasar, berdara Maluku. Lucia menyelesaikan pendidikan SD,SMP dan SMA di Lembaga Pendiudikan Swastiastu St. Yosep Denpasar-Bali. Sementara Sarjana Pendidikan di STKIP Widya Yuwana, di Madiun.Jawa Timur. Adapun, Program Pasca Sarjana (S2) di Universitas Udayana Denpasar Bali. Sedangkan S3 dari Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Lucia Adinda Du'a Nurak menikah dengan Drs. Frans Lebu Raya. Seorang politsisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang pernah menjabat Wakil Ketua DPRD NTT, Wakil Gubernur, dan Gubernur NTT selama dua periode. Pasangan suami istri Lusia Adinda dan Frans Lebu Raya dikaruniai dua orang anak perempuan.

Di bidang organisasi, Lucia Adinda Lebu Raya pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Selain menjadi Ketua PKK Provinsi NTT, sosok perempuan murah senyum ini pun akti di sejumlah organisasi.
Dia tercatat sebagai Ketua Gema Perjuangan Sarinah, Tahun 2002 sampai sekarang. Adapun, Wakil Ketua Dekranasda Provinsi NTT Periode, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi NTT Periode tahun 2005-2010, Ketua PKBI Provinsi NTT periode 2013-2018.
Selain itu, Lucia juga dinobatkan sebagai Bunda PAUD Tingkat Kabupaten / Kota Se NTT, Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi NTT Periode tahun 2010-2015 dan Ketua TP PKK Provinsi NTT.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Wulandari Saptono