• News

  • Persona

Pro Kontra Survei Toleransi di Jakarta, Ini Tanggapan Walubi

FKUB sebut hasil survei Indeks Toleransi Umat Beragama di Jakarta oleh Kemendagri Kurang Tepat
FKUB
FKUB sebut hasil survei Indeks Toleransi Umat Beragama di Jakarta oleh Kemendagri Kurang Tepat

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) menyebut, selama tahun 2019 kerukunan ummat beragama di Jakarta cukup baik dan kondusif.

Ketua FKUB DKI Jakarta Dede Rosyada mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian dan terus menjaga kerukunan pada tiga aspek, yakni toleransi, kesetaraan dan kerjasama. Hal itu jadi acuan, sehingga kebebasan dalam menjalankan peribadatan di Ibukota tidak ada gangguan apapun.

"Bahwa tahun 2019, di DKI Jakarta tidak ditemukan konflik kegamaan yang menjurus pada sentiment agama, permusuhan, kekerasan, ataupun kerusuhan yang mengganggu jalannya roda pemerintahan, atau memicu disharmoni hubungan sosial sosial antar umat yang berbeda latar belakang dan budaya," ujar Dede di kantor FKUB, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

Sementara itu dalam menyikapi hasil survei indeks kerukunan umat beragama (KUB) oleh Kemendagri yang menempatkan Jakarta urutan 27, Dede menyebut hal itu merupakan hak yang melakukan survei. Namun demikian kata dia, pihaknya sudah meminta klarifikasi.

"FKUB menghargai upaya penilaian tersebut. Sebagai pertanggungjawaban ke publik, kami telah meminta klarifikasi dan penjelasan dari penelitian kementrian agama," jelas Dede.

"Presentasi tanggal 18 Desember, secara jujur mereka menyampaikan bahwa survei dilakukan untuk mengukur indikator kinerja utama (IKU) kementrian agama sendiri. Bisa kita katakan itu anomali," tambahnya.

Sedangkan Pendeta Manuel Raintung dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) menilai hasil survei IKU Kemendagri, kurang baik. Dia beralasan di Jakarta semua hal dapat dilakukan termasuk tidak ada hambatan dalam melaksanakan kegiatan beragama.

"Saya tidak sependapat dengan hasil ini, tapi sekaligus juga mempertanyakan apa indikatornya," jelas Manuel.

"Namun kita tetap harus berpikir jernih. Akan tetapi jangan sampai hasil survei seperti membenarkan kejadiannya. Sebab kami di gereja selalu berupaya agar kerukunan beragama selalu diciptakan oleh setiap jamaah," tambahnya.

Sementara Liem Liliany Lontoh dari Walubi merasa aneh atas survei tersebut. Menurutnya, Jakarta suatu kota majemuk yang menjunjung tinggi sikap toleran dalam bidang apapun.

"Rasanya gak masuk akal, sebab FKUB dapat mengatasi apabila terjadi persoalan diantara umat beragama," ujar Liliany.

"Kita merasa terganggu, apalagi sampai ditempatkan pada level 27, seharusnya ya kalau memang seperti itu,  minimal berada di level 2 donk," pungkasnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani