• News

  • Persona

Konsultan Hukum Infrastruktur yang Giat Memberdayakan Ibu Rumah Tangga

Irawati Hermawan Karyanegara. (Dok. Istimewa)
Irawati Hermawan Karyanegara. (Dok. Istimewa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Memberdayakan dan memberikan penghasilan lain bagi  ibu rumah tangga menjadi impian Irawati Hermawan Karyanegara

Ia merasa sebagai wanita harus memiliki pekerjaan yang dapat menopang perekonomian rumah tangga. Maka iapun membuka bisnis sabun cair dengan merek Brito dan MCB (Masyarakat Cinta Bogor). Kebetulan suaminya Bagus Karya negara seorang pengusaha dan pemerhati lingkungan. 

Ira mengaku omzetnya tiap bulan baru mencapai Rp100 juta dengan memiliki satu outlet di Bogor. Tapi usaha yang baru dirintisnya ini ia bertekad untuk lebih memasarkan sabun tersebut ke masyarakat lebih luas lagi. 

“Jadi saya membantu usaha suami dengan mengkaryakan para ibu rumah tangga untuk ikut membuat sabun. Hasilnya lumayan buar mereka. Saya bermimpi ibu-ibu ini dapat memiliki penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.” 

Perempuan yang mengidolakan Hillary Cinton ini, menegaskan pada awalnya ia hanya membantu aktivitas suami. Sejalan dengan waktu, Ira merasa terpanggil untuk berbuat lebih lagi terutama ibu-ibu di kota tempat ia dibesarkan, Bogor. “Suatu hari nanti sabun produk ibu-ibu ini dapat diterima masyarakat luas.” 

Bisnis makanan di luar profesinya sebagai pengacara, Ira dan keluarga suami membuka bisnis kuliner Sop Buntut Mang Iing di Bandung,” tutur Ira pada Netralnews, belum lama ini. Untuk dapat bersaing dengan makanan sejenis Ira mengaku harus memiliki kualitas prima, penyajian berbeda dan tentu saja rasa yang lezat. 

Dalam penyajiannya, menu ini terbuat dari potongan ekor sapi yang dibumbui kemudian dibakar atau digoreng dan dimasukkan ke dalam kuah kaldu sapi yang agak bening bersama irisan kentang, wortel, tomat, daun bawang, seledry dan taburan bawang goreng. 

Sop buntut Indonesia dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, dan rempahrempah lokal, seperti merica, pala, dan cengkeh. Variasi yang relatif baru disebut Sop Buntut Goreng yakni buntut goreng yang dibumbui disajikan kering, sementara kuah sup kaldunya disajikan dalam mangkuk terpisah. 

Menyimak ulasan penyajiannya tentu mengundang selera. Sop Buntut Pak Iing dapat dikunjungi di Jalan BKR, Bandung. Keunikan dari rumah makan yang baru saja dibuka pada pada Mei itu, menggunakan mangkok khusus anti panas dari stenles untuk tempat sop buntut yang akan disantap. 

“Kami murni menggunakan bahan lokal untuk seluruh hidangan yang kami tawarkan. Sapinya juga dari lokal dan aroma khasnya dari bumbu kaldu dan merica. Untuk menjaga kualitas kami tidak penah menggunakan bahan makanan lebih dari dua hari.” 

Spesialis infrastruktur 

Di bidang konsultan hukum, Ira yang membuka kantor bersama partnernya Cornel Juniarto membuka kantor firma pada 2005. Ia kini dapat dibilang sebagai ahli hukum infrastruktur. 

Sebuah profesi di bidang konsultan hukum yang masih jarang Bidang pekerjaannya meliputi memberikan advise tentang kontrak kerja, termasuk membantu pemerintah melakukan tender di bidang infrstruktur. Ia juga sebagai konsultan untuk membuat perjanjian kerjasama, tender, dan melakukan negosiasi dengan membantu badan usaha baik yang sedang ikut tender. 

“Di sini pekerjaan saya lebih menantang karena kerap juga membantu investor yang ingin berinvestasi di bidang infrastrktur dan membantu akuisisi perusahaan,” ujar perempuan kelahiran Bandung, 22 April 1969 itu. 

Menyelesaikan sekolah dasar hingga SMU di Bandung, Ira merasa lantas mengambil jurusan Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Tak puas hanya meraih gelar strata satu, ia lantas meneruskan S2 di bidang hukum bisnis Universitas Indonesia. 

Saat ini selain menjadi partner di kantor firma Juniarto Hermawan ia juga menduduki beberapa jabatan di beberapa organisasi. Sebut saja di Kadin Indonesia sebagai wakil ketua kontak perdagangan internasional. Di Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) duduk sebagai wakil ketua bidang ekonomi. 

Pada Masyarakat Tranportasi Indonesia ia juga sebagai wakil ketua sekjen dan di lembaga swadaya masyarakat (NGO) sebagai pembina MCB (Masyarakat Cinta Bogor). Di tengah kesibukannya di berbagai bidang pekerjaan, Ira masih memiliki waktu untuk kelima anaknya. Berlibur bersama merupakan momen yang paling ditunggu. Ia juga tetap rajin jalan pagi sekadar menjaga kebugaran tubuhnya

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani