• News

  • Persona

Gigih Berwirausaha, Sriyadi Jadi Bos Arwana

Sriyadi, Pemilik PT Arwana Citra Ikan Hias Indonesia.(dok.Ist.)
Sriyadi, Pemilik PT Arwana Citra Ikan Hias Indonesia.(dok.Ist.)

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tak bisa dimungkiri jika hobi bisa membuat seseorang menjadi sukses. Sriyadi salah satunya. Pria asal Prambanan, Klaten, Jawa Tengah ini, kini sukses menjadi bos ikan arwana dengan label usaha PT Arwana Citra Ikan Hias Indonesia. Seperti apa lika-liku usahanya?

Netralnews.com pun sempat berbincang santai dengan pria ramah yang satu ini.  Sebelum menekuni dunia usaha, Sriyadi sempat bekerja di beberapa perusahaan dari tahun 1996 hingga 2001. 

Meski begitu, bekerja di bawah kepemimpinan orang lain terkadang membuatnya tak sreg. Karena itu, sembari bekerja, Sriyadi juga melakoni beberapa bisnis sampingan.

Adapun sederet bisnis sampingan yang pernah ditekuni Sriyadi antara lain, budidaya itik, apotik, hingga jual beli mobil. Sayang, bisnis sampingan itu berujung pahit alias gagal. 

"Pas bisnis jual beli mobil, pasokan mobil bekas gak stabil. Terus pas apotik, kompetitornya banyak. Yang parahnya lagi, waktu usaha itik, rugi Rp 200 juta," kenang Sriyadi

Kendati demikian, Sriyadi tak patah arang. Ia tetap bertekad untuk menekuni sebuah bisnis. Akhirnya, pada tahun 2003, setelah resign dari tempat kerjanya, Sriyadi memutuskan untuk menggeluti usaha berbasis ikan hias arwana (salah satu ikan hias dengan harga selangit). 

Lantas, apa yang membuat Sriyadi memutuskan untuk menekuni bisnis ikan arwana? Diungkapkan Sriyadi, bisnis tersebut dipilih lantaran masih sedikitnya kompetitor sehingga persaingannya tidak terlalu ketat. 

Menurut Sriyadi, usaha ikan arwana terbagi menjadi tiga kategori yakni penangkaran, pembesaran, dan trading. Dan dari ketiga kategori tersebut, pembesaran menjadi pilihan Sriyadi.

Alasannya sederhana, usaha pembesaran tidak terlalu banyak memerlukan modal. "Kalau dimulai dengan penangkaran, modalnya terlalu besar," kata pria murah senyum ini.

Usaha pembesaran ini mulai dilakukan Sriyadi di kediamannya yang berlokasi di Komplek DPR, Joglo-Jakarta Barat. Ia kemudian membeli ratusan arwana dengan ukuran sedang secara bertahap, yang kemudian dibesarkan. 

Setelah memiliki ukuran ideal, arwana hasil pembesarannya itu dipasarkan kepada khalayak dengan harga bervariasi. Meski sudah bisa meraup untung dari hasil pembesaran arwana, Sriyadi tak lantas puas. 

5 tahun berjalan, tepatnya pada tahun 2008, Sriyadi mengalihkan lokasi penjualan arwananya ke Jl. Nilam II No. 75, Cibubur-Bekasi. Pengalihan lokasi usaha ini, terang Sriyadi, karena lahan yang kurang luas untuk membudidayakan arwana.  

"Waktu proses pembesaran saya juga coba membudidayakan arwana, tapi gak berhasil karena tempatnya yang kurang luas. Arwananya sempat mengerami, tapi akhirnya mati semua," ucap Sriyadi

Seiring berjalannya waktu, Sriyadi pun sukses membudidayakan arwana, khususnya jenis Super Red yang dikenal memiliki harga selangit. Tak tanggung-tanggung, ratusan arwana super red sukses dihasilkan oleh Sriyadi

Dalam setahun, Sriyadi setidaknya bisa menjual 600 ekor arwana super red, dengan omzet menyentuh Rp 3 miliar. Karena itu, tak heran jika Sriyadi bisa dibilang sebagai salah satu juragan arwana, khususnya di kawasan Cibubur. 

"Arwana yang saya jual mulai dari ukuran 10-12 cm, 20 cm, hingga 30 cm. Harganya dari Rp 3,5 juta sampai 7,5 juta per ekor," tandas Sriyadi

Reporter : Christophorus Aji Saputro
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya