• News

  • Politik

Optimistis Menangkan Jokowi, PPP Tantang Poros Bentukan PKS

Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi.
Seruji
Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi.

JAKARTA, NNC - Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi mengatakan parpolnya bertekad memenangkan Joko Widodo sebagai Presiden pada pilpres yang dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 6 Oktober 2019 mendatang.

Pernyataan itu menyusul Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai demokrat (PD) yang digiring untuk membentuk poros ketiga di Pilpres 2019. Menanggapi hal itu, PPP pun menantang poros baru itu untuk segera muncul.

"Lebih jelas di awal lebih baik," kata Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi kepada wartawan, Jumat (2/3/2018).

Arwani menyatakan tak gentar menghadapi capres-cawapres alternatif dari poros baru itu. Partainya siap memenangkan Jokowi jadi Presiden RI di periode kedua (2019-2024).

"Kita hormati, misalkan PKB dan PAN tertarik dengan membuat poros baru, karena masing-masing parpol kan punya hak," ujarnya.

"Poros kita sudah jelas, poros aliansi strategis nasionalis-santri, dengan komitmen melanjutkan kepemimpinan Jokowi sampai dua periode," tegas Arwani optimistis.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mendorong Demokrat-PAN-PKB bergabung membentuk satu poros di Pilpres 2019. Dengan demikian, akan ada tiga pasang calon yang berlaga di pilpres, sama seperti di Pilgub DKI 2017 yang lalu.

"Saya sampaikan, kita ikhtiar tiga pasang calon, dan mungkin. Asal, tentu partai yang memungkinkan, partai yang mengusung pasangan ini juga punya kesadaran yang sama," ucap Sohibul, Kamis (1/3/2108).

Sohibul pun mengaku sudah menghitung peluang munculnya tiga pasangan calon di Pilpres 2019. Hal itu mengingat ada syarat ambang batas capres di UU Pemilu. Untuk diketahui, parpol atau koalisi parpol harus mengantongi total 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah hasil Pemilu 2014.

Adapun, skenario versi Sohibul ada tiga, yaitu duet Gerindra-PKS dengan capres Prabowo Subianto, lalu koalisi partai pendukung Joko Widodo, dan poros ketiga dengan calon pasangan alternatif. Poros ketiga itu disebutnya bisa terwujud dengan bergabungnya Demokrat-PKB-PAN.

"PAN, PKB, sama Demokrat, yang kita lihat kan Demokrat di luar pemerintahan, PAN separuh-separuh, Cak Imin kadang dalam, kadang luar. Gabung saja nggak apa-apa, atas dasar keinginan bersama untuk membentuk demokrasi yang sehat, itu bisa," imbuh Sohibul.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Lince Eppang