• News

  • Politik

Hari Ini, Wa Ode Nurhayati Penuhi Panggilan KPK. Terkait Kasus e-KTP

Wa Ode Nurhayati penuhi panggilan KPK. terkait kasus e-KTP.
Sultra
Wa Ode Nurhayati penuhi panggilan KPK. terkait kasus e-KTP.

Hari Ini, Wa Ode Nurhayati Penuhi Panggilan KPK. Terkait Kasus e-KTP

JAKARTA, NNC - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil politikus senior Partai Golongan Karya, Wa Ode Nurhayati untuk memintai keterangan terkait kasus dugaan Korupsi proyek Kartu Penduduk berbasis Elektronik (e-KTP) Jumat (13/7/2018).

Wa Ode diagendakan diperiksa terkait dugaan kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik (KTP-el) yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun untuk tersangka Markus Nari. Dia mengaku mengenal Markus.

"Iya, sama-sama anggota DPR," kata Wa Ode sebelum memasuki gedung KPK, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/7/2018).

Pantauan wartawan di Gedung Merah Putih, Wa Ode pukul 10.45 WIB dengan mengenakan setelan berwarna hijau dan tas coklat
lalu menuju  ruang lobby gedung, Wa Ode langsung menuju ke resepsionis dan duduk menunggu sesaat sebelum diperiksa penyidik
Politikus partai golkar itu, lalu menuju  ruang lobi gedung, Wa Odeduduk menunggu sesaat sebelum diperiksa penyidik KPK di lantai dua.

KPK juga mengagendakan akan memeriksa dua orang selain Wa Ode, yakni Staf Subdit Pengolahan Data Direktorat PIAK Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Tina Wahyuni dan pensiunan PNS atau Kepala Bagian Perencanaan Ditjen Dukcapil Kemendagri periode 2010-2016 Wisnu Wibowo.

Untuk diketahui, sebelumnya KPK telah menetapkan status tersangka kepada Markus pada 2 Juni 2017. Dalam pemeriksaan KPK, Markus Nari diduga merintangi proses penyidikan dan pengadilan namun hingga saat ini dirinya masih belum ditahan.

Berdasarkan kasus tersebut, anggota DPR Fraksi Golkar itu dijerat pasal berlapis karena diduga ikut menikmati uang korupsi proyek KTP-el yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Markus diduga meminta uang kepada dua pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto (terpidana korupsi KTP-el), untuk memuluskan pembahasan proyek pengadaan KTP-el di DPR.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Sulha Handayani