• News

  • Politik

Dari Tepi Pelabuhan Donggang, Taiwan, Mereka Berteriak Menangkan Jokowi-Ma‘ruf

Ribuan masyarakat Indonesia (WNI dan ABK) di Pelabuhan Donggang, Pingtung, Taiwan dukung Jokowi
istimewa
Ribuan masyarakat Indonesia (WNI dan ABK) di Pelabuhan Donggang, Pingtung, Taiwan dukung Jokowi

TAIWAN, NNC - Hari itu, Minggu 13 Januari 2019. Suasana di tepi pelabuhan Donggang, Pingtung, Taiwan tampak ramai bahkan lebih dari hari-hari biasanya. Ribuan massa yang terdiri dari Anak Buah Kapal (ABK) dan WNI yang tinggal dan bekerja di negara Naga Asia Kecil, Taiwan membludak di tepi pelabuhan Donggang Pingngtung, negara yang dipimpin Presiden Tsai Ing-Wen dari partai progresif demokratik itu. Kehadirannya untuk mendeklarasikan dukungan Jokowi-Ma'ruf sebagai capres-cawapres 2019-2014 yang akan dihelat KPU RI pada Rabu 17 April 2019 nanti.

Setelah menyimak orasi politik dan pesan-pesan moral dari Presiden Jokowi, yang disampaikan oleh Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Kiai Ma’ruf Amin,  Hermawi Taslim dan Wasekjen bidang Internal DPP NasDem sekaligus caleg DPR RI nomor urut 5 dapil DKI Jakarta II dan Luar Negeri, Yulisa Baramuli,  salah seorang perwakilan WNI bernama Kasidin pun ikut bicara tentang apa yang mereka rasakan selama pemerintahan yang dipimpin oleh Joko Widodo dan Jusuf Kalla sejak 20 Oktober 2014 hingga saat ini.

Kasidin pun mengapresiasi kinerja kerja Jokowi sebagai presiden RI ke-7 bersama wapres JK selama 4 tahun berjalan. Dia mengatakan dukungan masyarakat Indonesia perantauan tersebut diberikan, karena telah banyak merasakan kebaikan selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Terimakasih kepada Bapak Jokowi atas kinerjanya dan alhamdulillah berkat bapak juga kami mendapatkan fasilitas yang lebih baik seperti kenaikan gaji dan pengurusan (adminiatrasi) yang ada di Taiwan," urai Kasidin.

Masyarakat perantau Indonesia di Taiwan juga menyampaikan apresiasi dan berterima kasih, karena pihaknya menilai pemerintahan Jokowi-JK telah membuktikan kinerja keberhasilan yang telah dikerjakan oleh Pemerintahan saat ini dalam membangun Indonesia.

Untuk itu, Kasdin dan teman-teman warga perantau di Taiwan berharap, agar ke depannya pemerintah bisa lebih banyak memberikan kemudahan seperti urusan keimigrasian saat kembali ke Indonesia.

"Selanjutnya kami mengharapkan agar ke depannya lebih baik lagi kepengurusan (administrasi) di Taiwan dan Indonesia lebih di persingkat dan ketika pulang agar kami lebih aman ketika mau masuk ke Indonesia," imbuhnya.

Pernyataan tentang keamanan yang dimasud oleh para pekerja Indonesia di luar negeri atau pekerja migran Indonesia (PMI) itu salah satunya adalah soal kenyamanan dan keamanan mereka ketika tiba di bandara di Indonesia. Sebagaimana diketahui sebelum pemerintahan Jokowi-JK, para TKI sering menjadi korban pemerasan dari calon dan preman di bandara.

Kasdin dan teman-teman sesama WNI dan ABK di Taiwan juga menyampaikan terimakasih kepada perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan. Dalam hal ini, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipe yang telah banyak membantu mereka di perantauan.

"Terimakasih kepada KDEI yang telah menyambung lidahkan kami kepada pemerintah sehingga kami mendapatkan penghargaan Hasan Wirayudha terimakasih kepada semuanya," kata Kasidin.

Untuk diketahui, deklarasi dukungan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Taiwan tersebut digagas oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang dikoordinir oleh Caleg DPR RI nomor urut 5, Yulisa baramuli,SH, dapil DKI II dan luar negeri bersama Team Pemenangan 01.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merilis 2.058.191 dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Luar Negeri pemilu  2019.
Berikut Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilih WNI luar negeri yang dirilis KPU :

Data di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei -Taiwan sebanyak 277.065 orang. Malaysia yang mencapai 558.873 orang, sedangkan Hong Kong dengan jumlah 180.232 pemilih.

Sedangkan, pemilih luar negeri paling sedikit ada di KBRI Pyongyangm Korea Utara, sejumlah 24 orang, kemudian di KBRI Kabul, Afganistan, sebanyak 31 orang, serta KBRI Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, sebanyak 35 orang pemilih.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Wulandari Saptono