• News

  • Politik

Hadiri Refleksi Imlek, Muhaimin: Kalau PKB Besar, Tak Ada Lagi Intoleransi di Indonesia

Acara Silaturahmi dan Refleksi Perayaan Tahun Baru Imlek 2570
NNC/ Dominikus
Acara Silaturahmi dan Refleksi Perayaan Tahun Baru Imlek 2570

BANTEN, NNC - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menghadiri acara Silaturahmi dan Refleksi Perayaan Tahun Baru Imlek 2570  di Ballroom Grand Serpong Kitchen,Gedung A.W.Center Jl. Raya Serpong KM 8 Tangerang Selatan, Kamis (31/1/2019) malam. Dia berjanji, partainya terus memperjuangkan mengikis intoleran di Indonesia, apalagi partainya bertumbuh besar, paling tidak selevel dengan PDI Perjuangan.

"Saya bersyukur, bahagia dan bangga, karena malam hari ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  untuk kesekian kalinya menggelar acara 'Refleksi Imlek'. Satu hal yang luar biasa adalah tahun ini semakin serius, karena dilaksanakan di luar Jakarta.  Tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan di kantor DPP PKB, kemudian ke Kota Tua Glodok, Jakarta, lalu sekarang di Tangerang, Banten.

Cak Imin juga berjanji, bahwa PKB menjadi Garda terdepan mengawal Pancasila dan toleransi, sebagaimana tekat yang ditanamkan oleh Presiden ke-4, Abdulrahman Wahid (Gus Dur) di awal reformasi 1998 yang lalu.

" Kalau PKB besar, makan dijamin tidak ada lagi intoleransi. Makanya teman-teman pengusaha yang punya karywan banyak, ingat-ingat PKB lah," canda mantan menteri tenaga kerja dan transmigrasi era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, disambut tepuk tangan para tamu undangan.

Diketahui, acara tersebut digelar bersamaan dengan Haul Gus Dur ke-9, sebagai rasa syukur dan terima kasih karena tokoh dan guru toleransi itu telah menghapus Inpres Nomor 14 tahun 1967 ketika menjabat Presiden.

Cak Imin juga menegaskan, bahwa tanpa Gus Dur, mungkin perayaan Imlek belum tentu digelar secara terbuka seperti sekarang ini. Karena itu, PKB akan terus berjuang menjadi penyangga kebhinekaan. Karena itu, kalau PKB besar, maka penyangga toleransi semakin kokoh.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PKB itu juga mengaku sempat merasakan munculnya kecurigaan diantara sesama warga. Dia menyatakan, seakan-akan ada kemunduran di dalam semangat kebhinekaan, bahkan seolah-olah jadi sebuah masalah serius.

"Itu hanya momen sesaat, apalagi kondisi ini didorong oleh penyebaran dunia sosmed, namun sesungguhnya itu bukanlah Indonesia yang sejatinya,"imbuhnya dalam acara yang mengangkat tema ' Merawat Keragaman, Menjaga Persatuan' Kamis (31/1/2019).

Karena itu, cucu pendiri Nahdaludin Ulama  K.H. Hasjim Asy'ari (1926) itu mengajak semua pihak untuk bersama-sama akan memastikan bahwa, Pancasila, kebhinekaan, persaudaraan akan terus abadi di bumi Nusantara-Indonesia. PKB tetap bersama masyarakat memastikan, bahwa politik kebangsaan akan tetap menjadi warna utama politik Indonesia.

"Saya dan PKB akan menjadi garda terdepan dalam mengawal dan memastikan hal ini. Kita akan tetap berpegang teguh kepada Pancasila dan kembali ke jalan kebhinekaan. PKB memiliki hal-hal prinsip yang tidak bisa ditawar, yaitu Pancasila, kebinekaan, kemandirian ekonomi, dan kemanusiaan. Itulah sebabnya, PKB akan berdiri tegak dalam melawan diskriminasi dan kesenjangan. Kita harus selalu bangun persaudaraan karena persaudaraan itu berkah untuk Indonesia,"tegas Muhaimin Isklandar (Cak Imin) yang saat ini menjabat Wakil Ketua MPR, hasil perubahan UU MD3 2018 itu.

Sementara itu, Ketua Panitia Refleksi Tahun Baru Imlek, Ardy Susanto dalam sambutannya menyampaikan nucapan terima kasih kepada PKB mempercayai tim nya untuk mempersiapkan acara tersebut dalam waktu yang singkat 8 hari, dan bisa berjalan lancar. Meski demikian, Ardy mengakui, sempat ada kendala ketika panitia mendapat penolakan terkait tempat acara.

"Meski sempat ditolak karena ijin tempat untuk kegiatan ini, namun selalu ada kemudahan sehingga akhirnya panitia mendapat tempat yang luar biasa. Itu semua berkat toleransi masyarakat dan aparat keamanan wilayah Tangsel, sehingga semuanya berjalan dengan aman, damai dan lancar. Mari, Merawat Keragaman, Menjaga Persatuan," kata Ardy, mengutip tema Refleksi Imlek 2570 pada tahun 2019.

"Semoga Tahun Babi Tanah ini menjadi momentum bagi bangsa Indonesia, untuk semakin memperkuat politik kebangsaan kita yang Rahmatan Lil alami, politik yang mampu membawa rahmat bagi semuanya."

Harapan pun datang dari Caleg PKB untuk DPRD Kota Tangerang Selatan, Rachel Tuerah. Menurutnya, partai politik yang didirikan oleh almarhum Gus Dur, Presiden RI ke-4 itu tetap konsisten dalam memperjuangkan pluralisme di Indonesia. 

"PKB adalah partai yang konsisten menjaga Pancasila dan Keberagaman di Indonesia bahkan menolak diskriminasi dan intoleransi. Kami sebagai kader dan aktivis pemuda, selalu siap dan ikut aktif menjaga Pancasila dan Kebhinekaan Indonesia," imbuh caleg bernomor urut 6 dapil Tangsel III meliputi Kecamatan Serpong dan Kecamatan Sert tergabung dalam 15 Kelurahan itu. 

Hadir dalam acara tersebut diantaranya, Mendes, Eko Putro Sanjoyo, Menakertrans Hanif Dhakiri, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan, Wakil Ketua Komisi II DPR, Nihayatul Weafiroh, para pengurus DPP PKB, Rachel Tuerah, Caleg DPRD Kota Tangsel Nomor Urut 6, Marpuah Nomor Urut 3, Caleg DPR RI Tangerang Raya Nomor Urut 1, Ardy Susanto, aktivis pemuda Tionghoa Banten, BEM , Ketua dan Perwakilan Marga-Marga Tionghoa Indonesia, Perwakilan Tokoh Lintas Agama, sejumlah tokoh masyarakat Tionghoa, pengusaha, serta simpatisan PKB lainnya. Selamat Merayakan Tahun Baru Imlek 2570/2019.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Wulandari Saptono