• News

  • Politik

Survei PPPP Amerika: Jokowi Kalah di Pilpres, Ini Penyebabnya

Pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Ngopibareng
Pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hasil survei Precision Public Policy Polling (PPPP) Amerika menunjukkan, jika Pilpres 2019 digelar hari ini, maka capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang akan keluar sebagai pemenang.

Dalam survei yang dilakukan PPPP, Prabowo-Sandi meraih 55 persen suara, unggul atas paslon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin yang dipilih 39 persen responden. Sementara 6 persen resonden belum menentukan pilihan.

PPPP melakukan survei pada 22 Maret sampai 4 April 2019 terhadap 3.032 responden dari 800.091 TPS di 499 kabupaten/kota di 34 Provinsi. Responden merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan 2019 dan juga untuk distribusi media umum.

Survei ini dilakukan dengan mewawancarai responden yang dipilih secara acak. Wawancara dilakukan melalui telepon menggunakan profesional-staf peneliti survei terlatih (agen langsung) dari pusat panggilan telepon PPPP di Jakarta.

Proses jajak pendapat ini dimonitor secara ketat untuk memastikan sampel representatif dari pemilih terdaftar di pemilih KPU tercapai berdasarkan partai, geografi, jenis kelamin, usia dan demografi lainnya.

Adapaun margin of error untuk ukuran sampel sebanyak 3.032 adalah kurang lebih 1,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

"Prabowo-Sandi akan memenangkan pemilihan presiden dengan tingkat keterpilihan sebesar 55 persen, dan Jokowi-Ma'ruf hanya mendapatkan suara 39 persen," kata Director of Operations of PPPP Amerika, Jokovic Martinez dalam siaran persnya, Senin (7/4/2019).

Jokovic mengatakan, pihaknya juga melakukan survei untuk mengetahui penilaian publik soal tata kelola pemerintahan Jokowi.

"Dari 3.032 responden, sebanyak 58 persen menyatakan bahwa Indonesia sedang dikelola oleh pemerintahan Joko Widodo memburuk. Indonesia dianggap dalam ancaman hutang yang makin meningkat naik 69 persen menjadi Rp4.416 triliun pada 2014-2018," ujarnya.

Selain itu, dalam temuan survei PPPP, ada 54 persen resonden menginginkan presiden baru dan yang masih menginginkan Jokowi kembali jadi presiden hanya 37 persen, sementara 9 persen responden tidak memberikan jawaban.

"Sebanyak 54 persen responden menganggap Joko Widodo tidak menjalankan pemerintahan dengan benar yang menghasilkan clean government dan banyak temuan bocornya uang negara yang digunakan untuk proyek proyek infrastruktur," tandasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli