• News

  • Politik

Exit Poll di 5 Ribu TPS Prabowo-Sandi Menang, Waketum PAN Bingung

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto
dok.Istimewa
Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto

BOGOR, NETRALNEWS.COM -- Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto mempertanyakan akurasi dari exit poll di 5.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dijadikan tolak ukur kemenangan oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno usai pencoblosan, Rabu (17/4/2019).

"Ini bukan soal kuantitatif banyaknya responden, tapi lebih ke metodologi tepat atau tidak, jadi kalau melenceng semua pasti akan sama hasilnya (melenceng)," ujarnya, di Bogor, Kamis (18/4/2019).

Pendiri Lembaga Survei Charta Politika ini juga menjawab kecurigaan Prabowo atas beberapa lembaga survei yang menayangkan hasil hitung cepat atau quick count memenangkan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Semua ada ilmunya, ada penjelasannya secara statistik. Kalau ada yang bilang itu manipulasi tak mungkin. Sepanjang sejarah Indonesia dan dunia tidak pernah ada sebegitu masif," jelasnya, dilansir dari Antara.

Meski begitu, Bima tak menampik atas dominannya dukungan untuk pasangan Prabowo-Sandi di Kota Bogor. Ia juga memprediksi bahwa pasangan Prabowo-Sandi akan menang di Kota Hujan.

"Saya kira dari awal Pak Prabowo leading-nya di kota Bogor, karena kita monitoring terus. Dua bulan yang lalu angkanya 53 persen (Prabowo), 30 persen (Jokowi). Jadi kelihatannya pemenang di kota Bogor itu Pak Prabowo," kata Wali Kota Bogor demisioner itu.

Masih menurut Antara, sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan bahwa dirinya unggul 55,4 persen berdasarkan exit poll di 5.000 TPS.

"Hasil exit poll di lima ribu TPS menunjukkan hasil kita menang 55,4 persen. Dan hasil quick count kita menang 52,2 persen. Mohon semua relawan untuk mengawal kemenangan kita di semua TPS," ucapnya.

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?