• News

  • Politik

Farhat: Yang Tak Mau Rekonsiliasi Sudah Dijanjikan Kursi Menteri Oleh Prabowo

Farhat Abbas.
Harianriau
Farhat Abbas.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah elit politik dan tokoh pendukung capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan tidak ada urgensinya paslon 02 rekonsiliasi pascapilpres dengan kubu capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. 

Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Farhat Abbas berpendapat, elit politik dan tokoh-tokoh yang berusaha menghambat atau melarang rekonsiliasi pascapilpres adalah orang-orang yang berada dalam bayang-bayang kursi menteri yang dijanjikan Prabowo. 

"Mereka ini orang-orang yang sudah dijanjikan kursi menteri oleh Pak Prabowo. Kalau Pak Prabowo gak jadi presiden mau jadi apa mereka, tentu politik kan ada konsekuensinya, jadi mereka hanya menjadi menteri bayang-bayang. Makanya matahari terang baru ada bayangan, kalau gak ada matahari kan gelap," kata Farhat kepada netralnews.com, Kamis (25/4/2019). 

"Prabowo gak punya kapasitas nunjuk menteri karena kalah, kemudian mengaku menang, kemudian memberi statemen bahwa mereka akan diangkat sebagai menteri kan. Bahkan mengumpul veteran-veteran maupun ormas-ormas hormat dia 'siap presiden.' Akhirnya diparodikan orang kan," ujarnya. 

Farhat pun menyayangkan sikap para elit politik dan tokoh-tokoh tersebut. Ia mengatakan, seharusnya mereka dewasa dalam berpolitik dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara ketimbang kepentingan pribadi atau kelompok. 

"Seharusnya mereka sudahlah, dukung saja Pak Jokowi, kali saja Pak Jokowi membalas kebaikan mereka dalam berbangsa, bernegara, dan berdemokrasi. Tapi ini malah berpolitik adu domba, politik pecah belah," tegas pengacara kontroversial itu. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?