• News

  • Politik

Politisi PKB: Harusnya Pihak Kalah yang Ajak Rekonsiliasi, Bukan Pak Jokowi

Farhat Abbas, Politisi PKB.
NNC/Adiel Manafe
Farhat Abbas, Politisi PKB.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PKB Farhat Abbas mengomentari sikap kubu capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang enggan menerima utusan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan rekonsiliasi pascapilpres.

Menurut Farhat, sebagai pihak yang kalah berdasarkan quick count berbagai lembaga survei dan hasil penghitungan sementara KPU, seharusnya kubu Prabowo yang mengajak rekonsiliasi dan bukan kubu Jokowi.

Namun, lanjut Farhat, karena Jokowi sebagai seorang negarawan yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara ketimbang kepentingan pribadi atau kelompok, sehingga menginginkan semua anak bangsa kembali bersatu pascapilpres, sehingga mengirim utusan untuk menemui oposisi, tapi justru ditolak.

Komentar Farhat itu terkait kabar Jokowi mengutus Menteri Koordinator Kemaritiman,  Luhut Binsar Panjaitan untuk bertemu dengan Prabowo Subianto, namun pihak oposisi belum 'membuka pintu' dengan alasan tak ada urgensinya melakukan rekonsiliasi pascapilpres karena saat ini mereka fokus kawal C1.

Kubu Prabowo juga berpendapat bahwa rekonsiliasi nasional dilaksanakan setelah penetapan presiden dan wakil presiden terpilih oleh KPU.

"Harusnya bukan Pak Jokowi (ajak rekonsiliasi), tapi yang kalah yang damai, biar nanti bisa dirangkul ikut dalam kekuasaan. Ini Pak Jokowi sudah mengutus Pak Luhut malah ditolak mentah-mentah," kata Farhat kepada netralnews.com, Kamis (25/4/2019).

Selain itu, putra dari pakar hukum Abbas Said ini juga mengomentari pernyataan Sandiaga yang berharap Jokowi dan Prabowo Subianto dapat bertemu tanpa perantara.

"Maunya langsung, ntar langsung diejek lagi bilang takut. Saya gak setuju sama pernyataan Sandiaga Uno yang bilang harus langsung. Ya gaklah, harus ada perantara. Harus ada orang mendamaikan mereka," ujar Farhat.

"Bahasa diplomasi dalam Islam itu jika ada dua kubu yang bersengketa, maka kirimlah seorang juru damai untuk mendamaikannya. Dengan niat Pak Jokowi mengutus Pak Luhut itu kan sudah ingin damai, tapi mereka masih keras saja, alasannya kawal C1," tandasnya.

Lebih lanjut, pengacara kontroversial ini berpendapat, elit politik dan tokoh-tokoh yang berusaha menghambat atau melarang rekonsiliasi pascapilpres adalah orang-orang yang berada dalam bayang-bayang kursi menteri yang dijanjikan Prabowo.

"Mereka ini orang-orang yang sudah dijanjikan Pak Prabowo. Kalau Pak Prabowo gak jadi presiden mau jadi apa mereka, tentu politik kan ada konsekuensinya, jadi mereka hanya menjadi menteri bayang-bayang. Makanya matahari terang baru ada bayangan, kalau gak ada matahari kan gelap," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?